Akurat

Menpar Targetkan Indonesia Dapat Terdepan dalam Pariwisata Ramah Muslim

Siti Nur Azzura | 10 Oktober 2025, 15:41 WIB
Menpar Targetkan Indonesia Dapat Terdepan dalam Pariwisata Ramah Muslim

AKURAT.CO Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menargetkan Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan kekayaan alam serta warisan budaya yang melimpah, harus menjadi yang terdepan dalam penerapan pariwisata ramah Muslim. 

Menurutnya, terdapat beberapa area yang harus menjadi perhatian khusus dalam menunjukan kekuatan Indonesia dalam pariwisata ramah Muslim, mencakup atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. 

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya Islam yang sangat kaya dan terjalin erat dengan identitas tradisi bangsa. Atraksi-atraksi tersebut tentunya harus mudah dijangkau wisatawan. Karenanya aksesibilitas jadi faktor penting yang juga harus terus ditingkatkan. 

Baca Juga: Ragunan Buka Sampai Malam, Pramono Anung Janjikan Wisata Murah Meriah di Tengah Jakarta

"Kita harus terus mengenali, mengemas, dan mempromosikan kekayaan ini sebagai pengalaman ramah Muslim yang unik, yang menunjukkan identitas dan daya tarik kita bagi wisatawan mancanegara," kata Widiyanti, dikutip Jumat (10/10/2025).

Meskipun terdapat banyak aspek dalam aksesibilitas, yang terpenting adalah peningkatan konektivitas udara, peningkatan kemudahan visa, dan mendorong lingkungan yang inklusif.

Dengan memanfaatkan 36 bandara internasional Indonesia untuk menghubungkan lebih banyak pengunjung langsung ke destinasi wisata di seluruh nusantara. 

"Indonesia saat ini menawarkan akses gratis ke beberapa negara dan visa on arrival untuk lebih dari 100 negara, sehingga perjalanan menjadi lebih mudah dan nyaman bagi pengunjung internasional. Kami akan terus memperluas dan meningkatkan kebijakan ini untuk mendorong mobilitas yang lebih tinggi," ucapnya.

Terkait amenitas, melalui penerapan standar dan sertifikasi layanan ramah Muslim, Kementerian Pariwisata berupaya memastikan wisatawan merasa terjamin dalam pemenuhan standar layanan ramah muslim kemanapun mereka pergi. 

Baca Juga: Makau Genjot Wisata Halal dan Ekspansi Pasar Asia Tenggara Lewat Mega Sale Jakarta

"Kami memiliki lebih dari 309 ribu masjid dan 376 ribu musala yang tersedia di bandara, pusat perbelanjaan, dan kawasan wisata di seluruh nusantara. Kami juga memperluas cakupan produk bersertifikat halal dari proyek percontohan dengan menjangkau 20 desa wisata, 15 ribu desa di 15 provinsi, sehingga produk bersertifikat halal lebih mudah diakses di seluruh negeri," katanya. 

Untuk itu, pihaknya sedang mengembangkan portal (situs web) khusus untuk wisatawan Muslim, yang menyediakan kemudahan akses ke pengalaman wisata ramah Muslim di seluruh Indonesia. 

"Kami berharap dapat segera memperkenalkannya sebagai bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pariwisata ramah Muslim," ucapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.