Akurat

Kunjungan Wisman Tembus 10 Juta Orang hingga Agustus 2025, Tertinggi Sejak Covid-19

Siti Nur Azzura | 11 Oktober 2025, 18:47 WIB
Kunjungan Wisman Tembus 10 Juta Orang hingga Agustus 2025, Tertinggi Sejak Covid-19

AKURAT.CO Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Indonesia, mencapai 10,04 juta kunjungan per Januari-Agustus 2025. Jumlah ini menjadi capaian tertinggi sejak pandemi Covid-19.

"Capaian ini menandai rekor tertinggi periode Januari-Agustus kunjungan wisatawan mancanegara sejak pandemi COVID-19 dan menunjukkan arah pemulihan pariwisata Indonesia berada di jalur yang benar," kata Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, dikutip Sabtu (11/10/2025).

Dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 9,09 juta kunjungan, terjadi peningkatan sebesar 10,38 persen. Sementara untuk bulan Agustus 2025, kunjungan wisman naik dari 1,34 juta menjadi 1,51 juta, tumbuh 12,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke RI Naik 9,15%, Malaysia Penyumbang Terbanyak

Sama halnya dengan pasar wisata domestik, sepanjang Januari-Agustus 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) mencapai 807,55 juta perjalanan, meningkat 19,71 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 yang berjumlah 674,6 juta perjalanan.

"Perjalanan wisatawan nusantara berperan penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama melalui sektor transportasi dan konsumsi publik yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, mengatakan sepanjang Januari-Agustus 2025  tercatat 6,13 juta perjalanan wisatawan nasional (Wisnas) ke luar negeri, dengan 685 ribu perjalanan terjadi pada Agustus 2025.

Baca Juga: Terbanyak dari Malaysia, Kunjungan Wisman September 2024 Turun 4,53 Persen

Menurutnya, kedatangan wisman yang jauh lebih besar dibandingkan perjalanan wisnas ke luar negeri ini menyebabkan surplus wisatawan atau tourism balance yang positif bagi Indonesia.

Surplus wisatawan yang meningkat berdampak langsung pada kenaikan devisa bersih, sekaligus memperkuat kontribusi pariwisata terhadap pendapatan negara. 

"Dampak surplus ini terasa melalui meningkatnya permintaan akomodasi, belanja wisatawan, lapangan kerja pariwisata yang terjaga, serta peluang investasi di infrastruktur pariwisata dan UMKM," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.