Akurat

Kehadiran Tiga Wamendagri Bantu Pemantauan Seluruh Daerah Jadi Lebih Efektif

Ahada Ramadhana | 8 Oktober 2025, 22:39 WIB
Kehadiran Tiga Wamendagri Bantu Pemantauan Seluruh Daerah Jadi Lebih Efektif

AKURAT.CO Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menilai kehadiran tiga wakil menteri akan memperkuat kinerja Kementerian Dalam Negeri dalam menjangkau seluruh daerah. 

"Dengan diberi tugas, penugasan oleh Bapak Presiden ke Kemendagri, ada tiga berarti Wamen. Saya tinggal bagi saja nanti, negara Indonesia kan luas sekali ya. Bayangkan negara kita kepulauan terbesar, negara kepulauan terbesar di seluruh dunia," kata Tito, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (8/10/2025).

Dia mengungkapkan, pembagian tugas ketiga wamendagri akan disesuaikan dengan wilayah Indonesia. "Jadi saya tinggal bagi tugas aja nanti, tiga Wamen. Dan ada nanti yang koordinator (Indonesia) bagian Barat, bagian Tengah, dan bagian Timur," jelasnya.

Baca Juga: Mendagri Bakal Bagi Tugas Tiga Wamen Berdasarkan Zona Wilayah Indonesia

Dia menilai, kehadiran tiga Wamendagri akan membantu Kemendagri menjangkau berbagai daerah di seluruh Indonesia secara lebih efektif. Sebab dengan luasnya wilayah dan banyaknya daerah, mustahil seluruhnya dapat dijangkau sendiri dalam waktu singkat.

Masing-masing wamen nantinya bakal ditugaskan berkunjung ke daerah-daerah yang menjadi penugasannya. Hal ini termasuk mendatangi daerah yang memiliki persoalan seperti angka inflasi dan kemiskinannya tinggi. 

Dengan pembagian tersebut, Tito optimis kinerja jajaran Kemendagri dalam membina daerah akan semakin efektif. "Jadi dengan adanya tiga Wamen, tugas saya jauh lebih ringan. Tinggal bagi-bagi tugas," jelasnya.

"Saya enggak akan mungkin sempat kalau sendirian, bayangkan ada 38 provinsi, 98 kota, 416 kabupaten ya. Lebih dari 70 ribu desa, itu harus kita datangi satu per satu. Jadi supaya tahu persis permasalahannya," ujar Tito.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.