Akurat

Program MBG Buka Peluang Kerja, Kisah Danang yang Kini Bisa Bantu Keluarga

Atikah Umiyani | 3 Oktober 2025, 19:01 WIB
Program MBG Buka Peluang Kerja, Kisah Danang yang Kini Bisa Bantu Keluarga


AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto tidak hanya menghadirkan makanan sehat untuk siswa, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

Salah satunya dialami Danang Dubra Setyo (18), pemuda asal Jayanti, Tangerang, Banten.

Kini, Danang bekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG Jayanti, sebagai petugas pencuci ompreng.

Meski terdengar sederhana, pekerjaan ini memberinya penghasilan untuk membantu keluarga.

Sebelumnya, Danang sempat bekerja sebagai operator mesin di sebuah pabrik, namun kontraknya hanya berlangsung dua bulan.

Berasal dari keluarga sederhana, ayahnya wiraswasta dan ibunya ibu rumah tangga, Danang memilih langsung bekerja selepas lulus sekolah agar bisa meringankan beban orang tua.

“Saya anak terakhir. Kakak saya kuliah, sementara saya memilih kerja. Kalau sudah gajian, 20–30 persen saya kasih ke ibu. Senang banget bisa bantu orang tua,” ujar Danang saat ditemui pekan ini.

Baca Juga: Komisi VI DPR Soroti Krisis Industri Baja, Usulkan Bentuk Panja

Meski baru dua minggu lebih bekerja, Danang merasa puas ketika melihat para siswa menikmati makanan hasil kerja tim MBG.

“Rasanya kayak dihargai. Semua di sini juga kompak,” ucapnya.

Selain memberi penghasilan, pekerjaan ini juga mengajarkan pentingnya standar kebersihan.

Danang menjelaskan, proses pencucian ompreng di dapur MBG dilakukan dengan teliti, mulai dari pencucian, pembilasan, hingga pemanasan di oven bersuhu 100 derajat.

Ke depan, Danang bercita-cita mendaftar sebagai anggota TNI. Namun untuk saat ini, ia bersyukur bisa bekerja di dapur MBG.

“Terima kasih Pak Prabowo atas adanya program ini. Semoga makin banyak lapangan kerja untuk masyarakat,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.