Mendes Gandeng Majelis Taklim, Perkokoh Moral dan Spiritual Pemuda di Desa

AKURAT.CO Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, menekankan majelis taklim memiliki peran dalam memperkokoh nilai moral dan spiritual warga desa, sebagai sarana pendidikan agama non-formal yang menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membentuk karakter mulia melalui kajian rutinnya.
Dengan pesatnya kemajuan teknologi sekarang ini, banyak dari warga desa yang terjerat kasus-kasus kenakalan remaja seperti melakukan mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba dan sejenisnya, khususnya kalangan remaja.
Maka di sinilah peran Majelis Taklim punya peran penting bagi warga desa dan para remajanya agar dapat merubah sikap, emosi, persepsi bahkan perilakunya. Sebab, yang menjadi korban adalah anak-anak, cucu, dan tidak jarang ada oknum Kepala Desa dan tokoh masyarakat.
Baca Juga: Dua Desa di Bogor Terancam Dilelang, Mendes: DPR dan Pemerintah Harus Ambil Sikap
"Karenanya Majelis Taklim amat perlu turut hadir memberikan bimbingan dan tuntunan sebagaimana anjuran para ulama dan pendahulu bangsa ini," kata dia dikutip, Sabtu (27/9/2025).
Menurutnya, majelis taklim amat efektif membentengi moral warga desa, agar generasi muda di desa khususnya terbebas dari pergaulan buruk dan menjaga ketangguhan diri melalui jalan spiritualitas.
"BKMT (Badan Kontak Majelis Taklim) ini punya peran strategis tentang pemberdayaan umat. Sebab di desa hari ini banyak persoalan yang semakin rumit, dan ini perlu kerjasama dan komitmen kita, misalnya narkoba yang merajalela," imbuhnya.
Dia menekankan, agar dakwah oleh majelis taklim bisa mengubah generasi di desa melalui pendekatan yang relevan. Misalnya memanfaatkan media digital dan kearifan lokal, serta berinteraksi tatap muka, dan dilibatkan pada kegiatan-kegiatan sosial.
Baca Juga: Mendes Yandri Bakal Manfaatkan Teknologi dari China Dukung Hilirisasi Desa
Majelis taklim yang terdiri dari mayoritas kaum perempuan itu, punya peran penting sebagai pendidik pertama dan utama bagi generasi di desa. Melalui peran ini, ibu-ibu majelis taklim ini turut serta membantu menyembuhkan penyakit sosial dengan cara-cara yang efektif.
"Belum tentu anak-anak di desa kita itu yang salah, belum tentu. Mungkin saja dakwah kita yang belum sampai kepadanya. Mungkin pesan baik kita belum sampai kepada mereka," ujarnya.
"Tetapi jika ibu-ibu yang berbicara, ibu-ibu yang mengayomi, ibu-ibu yang berdakwah, akan lebih didengar dan ditaati oleh orang-orang yang ada di desa," tegas dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 9Perusahaan Asing Harus Bertanggung Jawab Atas Karhutla, Prabowo: Kita Cabut Izinnya
- 10Prabowo Luncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Ekonomi Keluarga Jadi Fondasi Kekuatan Bangsa







