Bertemu Prabowo, Quraish Shihab: Tuntutan 17+8 Dipahami dan Diterima

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan membentuk tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat terhadap demonstran dalam aksi besar akhir Agustus lalu.
Selain itu, Prabowo juga berkomitmen melakukan reformasi kepolisian (Polri) sebagai bagian dari agenda pembaruan yang lebih luas.
Kepastian ini disampaikan setelah pertemuan Presiden Prabowo dengan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis malam.
Pertemuan berlangsung sekitar tiga jam dan membahas sejumlah aspirasi masyarakat, termasuk tuntutan 17+8 yang digaungkan pasca demonstrasi.
Ulama terkemuka Muhammad Quraish Shihab yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa Presiden memahami betul substansi aspirasi yang diajukan.
“Kami mendapat banyak informasi dan penjelasan yang sangat memuaskan dari Bapak Presiden. Apa yang kami sampaikan dalam hari-hari yang lalu itu dipahami dan diterima dengan baik,” ungkap Quraish.
Beberapa hal yang ditekankan para tokoh agama dalam pertemuan tersebut antara lain pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut dugaan kekerasan aparat terhadap demonstran, pembebasan mahasiswa dan pelajar yang masih ditahan agar pendidikan mereka tidak terganggu, serta reformasi di bidang ekonomi, politik, hukum, HAM, pertahanan, dan keamanan, khususnya reformasi Polri.
Menurut Quraish Shihab, komitmen Presiden sejalan dengan harapan masyarakat sipil. “Pokoknya apa yang kami harapkan itu sejalan dengan pandangan Bapak Presiden. Beliau bisa baca apa yang kami ajukan, dan semuanya diterima dengan baik,” terangnya.
Baca Juga: Kronologi Kericuhan Berdarah di Pemalang saat Ceramah Habib Rizieq Shihab
Pertemuan ini menjadi sinyal positif atas respons pemerintah terhadap tuntutan rakyat, dengan harapan langkah-langkah reformasi yang konkret dapat segera diwujudkan dalam waktu dekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










