Perempuan Punya Peran Krusial Menuju Generasi Emas di 2045

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengatakan perempuan memiliki peran sentral dalam mengelola rumah tangga sekaligus membangun generasi emas 2045.
Dia menekankan, kualitas masa depan anak sangat ditentukan oleh pendidikan dan bimbingan yang diberikan orang tua, khususnya ibu.
Menurutnya, keluarga adalah pondasi utama negara, dan manajer keluarga adalah perempuan. Rumah tangga bisa berjalan dengan baik, bila ada kerja sama istri dengan suami.
"Arah masa depan anak cucu kita sangat ditentukan oleh kesungguhan orang tua, khususnya ibu, dalam mendidik dan membimbing mereka saat ini. Jika hal ini diabaikan, masa depan mereka bisa terancam," kata Arifah, dikutip Kamis (11/9/2025).
Menurutnya, kekerasan pada perempuan dan anak menjadi salah satu hambatan untuk mendapatkan hak dan kewajibannya.
"Kami ingin perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun sosial. Namun, hambatan yang kita hadapi masih besar, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak," ujarnya.
Berdasarkan Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024, sekitar 1 dari 4 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan seksual dan/atau fisik sepanjang hidupnya.
Sementara itu, Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) 2024 mencatat sekitar 51 persen anak usia 13–17 tahun pernah mengalami kekerasan, dengan kekerasan emosional sebagai bentuk yang paling dominan.
Baca Juga: Apakah Menari Hanya Cocok Dilakukan Perempuan? Simak Jawabannya di Sini!
Kementerian PPPA mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab masih tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Antara lain kondisi ekonomi, pola asuh, penggunaan gawai dan media sosial berlebih dan tak terbatas, lingkungan, hingga pernikahan usia anak.
Dia mengingatkan agar para orang tua, para ibu, harus ekstra hati-hati dalam mendampingi anak, terutama remaja. Kedekatan emosional antara orang tua dan anak perlu lebih dibangun, karena kini banyak terkikis akibat gadget kurangnya komunikasi.
"Jangan sampai kita menjauh dari anak-anak, bangun kedekatan dengan anak. Tanamkan pondasi agama, budi pekerti dan akhlak yang baik pada anak, karena nilai-nilai itu yang mulai bergeser pada generasi sekarang. Tidak ada kata terlambat, mari kita bersama-sama menanamkan pondasi agama, budi pekerti, dan akhlak kepada anak-anak kita," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






