Akurat

Buka Pelatihan Wali Asuh dan Asrama Sekolah Rakyat, Mensos Ingatkan Tak Boleh Ada 3 Hal Ini

Atikah Umiyani | 10 September 2025, 17:34 WIB
Buka Pelatihan Wali Asuh dan Asrama Sekolah Rakyat, Mensos Ingatkan Tak Boleh Ada 3 Hal Ini

 

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, membuka pelatihan pengasuhan Sekolah Rakyat bagi Wali Asuh dan pelatihan pengelolaan asrama Sekolah Rakyat bagi Wali Asrama Tahun 2025.

Pelatihan akan berlangsung selama empat hari, mulai Rabu sampai Sabtu. Sebanyak 526 orang Wali Asuh dan Wali Asrama dari Sekolah Rakyat seluruh Indonesia mengikuti pelatihan ini, di mana 118 orang di antaranya mengikuti pelatihan di BBPPKS Yogyakarta.

"Hari ini kita bersama-sama mengikuti pembukaan pembekalan Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat, di mana Bapak-Ibu sekalian telah menjadi bagian penting dari penyelenggaraan Sekolah Rakyat," ujar pria yang akrab dipanggil Gus Ipul, di BBPPKS Yogyakarta, Rabu (10/9/2025).

Baca Juga: Mensos: Program Sekolah Rakyat Terinspirasi dari Sistem Pendidikan Pesantren

Pada kesempatan ini, dia menyampaikan apresiasi atas komitmen para Wali Asuh dan Wali Asrama dalam mendampingi siswa. 

"Ini suatu hal yang perlu saya berikan apresiasi dan rasa hormat, karena saudara-saudara sekalian telah punya tekad kuat untuk mendampingi titipan Tuhan, titipan negara, anak-anak istimewa yang diharapkan nanti juga akan menjadi generasi tangguh," tuturnya.

Sekolah Rakyat menjadi terobosan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem menjadi dasar pembetukan Sekolah Rakyat.

Di Sekolah Rakyat, anak-anak mendapatkan pendidikan gratis, cek kesehatan gratis, dan makan bergizi gratis. Orangtua siswa diberdayakan dan rumahnya diperbaiki, di sisi lain siswa dan keluarganya mendapatkan jaminan kesehatan melalui PBI-JKN. 

Selain itu, mereka juga dilibatkan dalam koperasi desa Merah Putih serta program 3 juta rumah bersubsidi. 

Baca Juga: PU Rampungkan 165 Sekolah Rakyat Tahap I, Siap Beroperasi September

Dalam arahannya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa berdasarkan data, terdapat 3 juta anak usia sekolah yang belum sekolah, tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Hal ini pun menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto hingga akhirnya lahir program Sekolah Rakyat. 

Gus Ipul mengatakan bahwa Peran Wali Asuh dan Wali Asrama sangat strategis, karena di Sekolah Rakyat selain pendidikan formal, ada juga pendidikan berasrama.

"Jadi ada guru, ada Wali Asuh, Wali Asrama, ini adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, ketika mereka mengikuti pelajaran formal dan juga ada di pendidikan asrama. Ketika di pendidikan asrama itulah, peran Wali Asuh dan Wali Asrama sangat strategis," urainya.

Dia pun mengajak Wali Asuh dan Wali Asrama untuk mengingat 3 hal yang harus dihindari di Sekolah Rakyat. Tiga hal yang tidak boleh terjadi di Sekolah Rakyat adalah perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, dan intoleransi. 

"Kalau para Wali Asrama, Wali Asuh melihat tanda-tanda ini, segera laporkan dan kita carikan solusi," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.