Pemerintah Dorong Efisiensi Logistik Nasional lewat Tol Laut dan Digitalisasi Pelabuhan

AKURAT.CO Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah tengah memfokuskan pentingnya transformasi logistik untuk memperkuat konektivitas Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Hal ini disampaikannya dalam keterangan video di akun Instagram @agusyudhoyono, untuk International Logistics Symposium yang digelar Japan Transport and Tourism Research Institute (JTTRI).
"Sebagai negara kepulauan terbesar, masa depan kita sangat bergantung pada seberapa baik kita bisa menghubungkan pulau dengan pulau, pasar dengan pasar, dan rakyat dengan berbagai kesempatan," kata AHY, dikutip Minggu (7/9/2025).
Baca Juga: Menko AHY Dorong Forum Kerja Sama Indonesia-Jepang Perkuat Logistik dan Dekarbonisasi
Dia memaparkan dua program utama yang sedang dijalankan pemerintah. Pertama, program Tol Laut yang diluncurkan sejak 2015.
Hingga 2025, program ini telah melayani 39 rute dan lebih dari 100 pelabuhan, dengan dampak nyata berupa penurunan disparitas harga kebutuhan pokok di wilayah terpencil hingga 50 persen. Meski begitu, dia mengakui masih ada tantangan yang harus dibenahi.
"Kapasitas pelabuhan harus diperluas, armada diperkuat, dan arus balik muatan dari daerah perlu dioptimalkan," ujarnya.
Kedua, program digitalisasi pelabuhan melalui pengembangan National Logistics Ecosystem. Menurutnya, digitalisasi bertujuan memangkas birokrasi berbelit, menghapus pungutan liar, serta menghadirkan layanan logistik yang transparan, cepat, dan hemat biaya.
"Kalau izin bisa keluar secara daring hanya dalam hitungan jam atau menit, mengapa harus menunggu berhari-hari?" tegasnya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga mengusulkan pembentukan Forum Kerja Sama Indonesia-Jepang, untuk merumuskan rekomendasi kebijakan di tiga bidang utama.
Di antaranya, integrasi antar moda transportasi, optimalisasi pelabuhan dan bandara utama seperti Tanjung Priok dan Patimban, serta agenda dekarbonisasi sesuai misi Presiden Prabowo Subianto untuk kemandirian pangan, energi, dan air.
"Kerja sama Indonesia-Jepang ini ibarat mengemudikan kapal besar. Dibutuhkan dua tangan yang saling percaya agar kapal bisa berlayar jauh, aman, dan sampai ke tujuan," pungkas AHY.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







