Di Brasil, Indonesia Usulkan Lima Inisiatif Perkuat Sinergitas BRICS

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag), turut menghadiri agenda Pertemuan Pemimpin Agama Komunitas Muslim Negara-negara BRICS di Rio de Janeiro, Brasil.
Pertemuan dihadiri para perwakilan dari 10 negara BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Kehadiran Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin.
Kehadiran wakil Indonesia sebagai anggota terbaru BRICS ini, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat peran diplomasi keagamaan untuk mengatasi tantangan global.
Baca Juga: PCO: Bergabungnya Indonesia ke BRICS Bukan Tanda Anti-Barat
Dalam paparannya, Kamaruddin menyampaikan bahwa Indonesia memiliki pengalaman dan kemampuan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang kaya.
"Indonesia mampu dan cakap dalam menjaga keberagamannya. Masyarakatnya yang penuh warna dapat terikat dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam keragaman agama dan keyakinan, pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan cara pandang, sikap, dan perilaku beragama yang moderat dan toleran," ujar Kamaruddin, dikutip Minggu (7/9/2025).
Berangkat dari pengalaman tersebut, dia kemudian mengusulkan lima inisiatif strategis sebagai kontribusi nyata Indonesia dan menjadi pertimbangan dalam kerja sama negara-negara BRICS.
Pertama, membangun Pusat Pengetahuan Islam BRICS. Sebuah platform daring untuk berbagi hasil penelitian tentang teologi dan isu-isu lain yang disepakati, yang berfungsi sebagai laboratorium virtual bagi para ulama, akademisi, atau kalangan intelektual.
Kedua, Program Pertukaran Ulama Muda. Yakni program beasiswa satu tahun yang memungkinkan sarjana atau ulama muda berotasi di negara-negara BRICS, untuk mendalami konteks lokal dan membangun jaringan profesional secara global.
Baca Juga: Prabowo Tuntaskan Diplomasi Strategis dalam Lawatan Kenegaraan, dari BRICS hingga IEU-CEPA
Ketiga, Kemitraan Zakat dan Wakaf BRICS. Yakni upaya mengintegrasikan sistem zakat, wakaf, dan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengoptimalkan potensi sumber daya filantropi.
Keempat, inisiatif Ekoteologi, Ketahanan Pangan, dan Halal. Riset kolaboratif mengenai restorasi lahan kritis, konservasi air, dan pertanian halal berkelanjutan.
Dan kelima, Festival Budaya Jalur Sutra Spiritual (Spiritual Silk Road), sebagaimana topik konferensi ini. Menampilkan seni Islam, kuliner halal, dan warisan budaya guna memperkuat diplomasi budaya.
Dia berharap, sejumlah inisiatif tersebut dapat memperkuat fondasi moral dan menciptakan sinergi operasional yang terukur di seluruh BRICS.
Dengan semangat persaudaraan, dia menegaskan bahwa Indonesia siap berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









