Rumah Besar PWI Harus Dirawat Bersama, Persatuan Lebih Mulia dari Ambisi

AKURAT.CO Wakil Bendahara Umum PWI Pusat periode 2018–2023, Dar Edi Yoga, menegaskan bahwa kemenangan Akhmad Munir dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Bekasi, 29–30 Agustus 2025, harus dimaknai sebagai momentum persatuan, bukan sekadar kompetisi angka.
Menurut Dar Edi Yoga, mayoritas anggota PWI menginginkan arah baru agar organisasi wartawan tertua di Indonesia ini kembali menjadi rumah besar bagi seluruh insan pers.
“Rumah besar PWI ini harus kita rawat bersama. Jangan sampai terjebak pada ambisi pribadi yang justru memecah belah. Persatuan jauh lebih mulia daripada sekadar jabatan,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Ia mengingatkan, sejarah pahit ketika Presiden tidak hadir pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 karena konflik internal, seharusnya menjadi pelajaran berharga.
“Itu tamparan keras bagi kita semua. Jangan sampai HPN 2026 kembali ternoda karena ulah segelintir orang yang tidak legowo menerima perbedaan,” kata Dar Edi Yoga.
Dar Edi Yoga mendorong kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Akhmad Munir untuk merangkul semua pihak, termasuk mereka yang berbeda pilihan dalam kongres.
Baca Juga: Gus Ipul Sambangi Prabowo di Hambalang, Lapor Perkembangan Sekolah Rakyat
“Munir dan jajaran pengurus harus membuka tangan selebar-lebarnya. PWI bukan milik kelompok tertentu, tapi milik seluruh wartawan Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menyesalkan masih adanya pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana dengan narasi yang justru melemahkan semangat kebersamaan.
“Kalau masih sibuk mencari-cari kesalahan, berarti mereka tidak benar-benar mencintai PWI. Yang kita perlukan sekarang adalah energi positif untuk membangun, bukan menghambat,” tambahnya.
Menjelang HPN 2026 yang akan digelar pada 7–9 Februari mendatang, Dar Edi Yoga berharap PWI mampu tampil dengan wajah baru yang solid, bermartabat, dan menjadi mitra strategis bangsa.
“HPN 2026 harus menjadi panggung kehormatan, bukan sekadar seremoni. Di situlah marwah persatuan dan martabat pers nasional dipertaruhkan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









