Garda Indonesia Pertanyakan Keberpihakan Gibran: Pro Rakyat Atau Korporasi

AKURAT.CO Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia mempertanyakan perwakilan pengemudi ojek online, yang ditemui oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden beberapa hari lalu.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menilai bahwa pihak yang ada dalam pertemuan bukan dari asosiasi maupun kelompok yang selama ini sedang memperjuangkan hak dan keadilan bagi ojol seluruh Indonesia.
Dia pun menyayangkan bahwa Wapres lebih memilih menampung kepentingan korporat aplikator, dibandingkan rakyat Indonesia yang berprofesi sebagai ojol yang sedang berjuang atas hak dan keadilan.
Baca Juga: Wapres Gibran Sapa Ojol, Tinjau Program MBG, dan Melayat Korban Unjuk Rasa
"Silakan masyarakat dan rakyat Indonesia menilai pertemuan antara Gibran dengan pengemudi ojol yang mewakili kepentingan korporat untuk membesarkan korporat dan kepentingan Gibran, yang seakan telah menampung aspirasi pengemudi ojol. Namun ternyata pengemudi ojol dari korporat aplikator yang selama ini telah melakukan penindasan hak dan keadilan, bagi sebagian besar pengemudi ojol yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan diabaikan hak serta keadilannya," kata Igun, dikutip, Rabu (3/9/2025).
Menurutnya, saat ini pengemudi ojol sedang dalam kesulitan ekonomi dan terpaksa harus beroperasi melebihi batas normal (rata-rata lebih dari 14 jam), untuk bisa mendapatkan uang mencukupi yang bisa dibawa pulang ke rumah untuk kebutuhan hidup hariannya.
Akibat ulah pemotongan biaya aplikasi melebihi 20 persen, bahkan hingga mencapai hampir 50 persen dari para pengemudi ojol. Maka, Garda tetap fokus pada tuntutan utama yaitu potongan Biaya Aplikasi 10 persen.
"Bagi Garda tidak peduli apakah mereka pengemudi asli atau bukan, jika pertemuan dengan Gibran adalah mewakili kepentingan korporat aplikator, maka pertemuan tersebut patut dipertanyakan kepada Gibran yang jelas-jelas rakyat ojol," ucapnya.
Baca Juga: Ratusan Pengemudi Ojol Gelar Aksi Damai 'Tebar Sejuta Mawar Kebaikan': Kita Jaga Jakarta Sama-sama
"Garda akan tetap fokus pada yang terus mendapatkan perlawanan dari korporat aplikator dengan berbagai cara. Pihak korporat terus merapat dan meminta perlindungan dari pemerintah dan terbaru kepada Wapres Gibran, agar kepentingan bisnisnya tetap terjaga. Dan pemerintah serta kepala negara tidak mengabulkan aspirasi pengemudi ojol melalui Garda agar potongan biaya aplikasi direvisi menjadi 10 persen," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa pihaknya mempertanyakan keberpihakan Gibran, apakah dia pro kepada rakyat atau pro kepada pebisnis atau korporat aplikator. Sehingga, lebih memilih menyerap aspirasi korporat, aspirasi bisnis dibandingkan aspirasi rakyat Indonesia.
"Ataukah memang pemerintahan dan kekuasaan sudah dikendalikan oleh kepentingan korporat aplikator ojol, sehingga timbul adanya kebijakan pemerintah yang dikendalikan oleh korporat aplikator ojol atau disebut dengan vendor driven policy," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









