Akurat

Puan Janji Aspirasi Demo Akan Ditindaklanjuti, Minta Aparat Jangan Bertindak Berlebihan

Paskalis Rubedanto | 29 Agustus 2025, 14:18 WIB
Puan Janji Aspirasi Demo Akan Ditindaklanjuti, Minta Aparat Jangan Bertindak Berlebihan

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa DPR akan mendengarkan dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui aksi demonstrasi. 

Dia menegaskan, tuntutan publik merupakan dorongan bagi parlemen untuk terus memperbaiki kinerja dalam membangun bangsa.

"DPR mendengarkan dan memahami aspirasi masyarakat. Semuanya tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. DPR memiliki komitmen untuk terus membenahi diri," kata Puan dalam keterangannya, Jumat (29/8/2025).

Baca Juga: Ada Demo, Pertamina Pastikan Seluruh SPBU di Jakarta Tetap Beroperasi Aktif

Menurutnya, suara rakyat yang disampaikan lewat unjuk rasa adalah bentuk partisipasi yang sah dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, penting agar setiap tuntutan demonstran dapat dijadikan masukan untuk kerja-kerja DPR.

"Seluruh tuntutan demonstran dapat mendorong DPR dalam memperbaiki kinerja dalam membangun bangsa," ujarnya.

Meski begitu, dia mengimbau masyarakat agar tetap menyampaikan aspirasi secara damai. Penyampaian pendapat di muka umum harus dilakukan dengan tertib, agar tidak menimbulkan kericuhan maupun korban.

"Kami mengimbau agar masyarakat menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai," ucapnya.

Ketua DPP PDIP itu, juga memberikan pesan khusus kepada aparat keamanan yang bertugas mengawal aksi massa. Dia meminta agar pengamanan dilakukan sesuai aturan, tanpa kekerasan yang bisa melukai rakyat.

"Dan bagi aparat kepolisian atau personel keamanan agar mengamankan aksi-aksi demo sesuai prosedur dan SOP, tanpa bertindak berlebihan, apalagi sampai melukai rakyat," tandasnya.

Baca Juga: Soroti Insiden Ojol Terlindas Rantis: Mensesneg Memohon Maaf, Minta Polisi Hati-hati Tangani Demo DPR

Gelombang aksi unjuk rasa belakangan ini kembali mewarnai jalanan ibu kota dan sejumlah daerah. Ribuan massa turun ke jalan, menyuarakan keresahan mereka terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan kinerja DPR. 

Titik paling krusial terjadi di sekitar Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) malam, ketika demonstrasi berakhir ricuh.

Kericuhan itu meninggalkan duka mendalam setelah seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, tewas terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan. 

Peristiwa tragis tersebut memicu gelombang simpati sekaligus kritik keras terhadap aparat keamanan, yang dinilai bertindak berlebihan dalam mengawal aksi.

Meski demikian, tuntutan publik melalui demonstrasi tetap dipandang sebagai suara sah dalam demokrasi. Dorongan masyarakat itu menjadi pesan kuat agar lembaga negara, khususnya DPR, memperbaiki kinerja dan merespons aspirasi rakyat dengan lebih serius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.