Akurat

KSP: Sekolah Rakyat Mampu Ubah Masa Depan Masyarakat Kecil

Atikah Umiyani | 28 Agustus 2025, 12:03 WIB
KSP: Sekolah Rakyat Mampu Ubah Masa Depan Masyarakat Kecil

AKURAT.CO Wakil Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto mampu mengubah masa depan masyarakat kecil. 

Sejak awal, Kantor Staf Presiden (KSP) terlibat aktif dalam persiapan program tersebut. Mulai dari monitoring proses perintisan, renovasi gedung, penataan kelas dan asrama, hingga meninjau langsung kondisi calon siswa beserta keluarganya.

"Dan pada hari ini setelah kegiatan Sekolah Rakyat ini berjalan, maka kami merasa perlu untuk melihat bagaimana apa yang sudah direncanakan dulu berjalan pada hari ini. Dan kami mulai dari tempat ini," ujar Qodari, saat meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 di Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat, dikutip Kamis (28/8/2025).

Baca Juga: Kesuksesan Sekolah Rakyat Harus Ditopang Gotong Royong Bangsa

Dia bersyukur, program yang dirintis sejak awal kini sudah membuahkan hasil yang nyata dan dampak positif bagi masyarakat. 

"Alhamdulillah pada hari ini kita sudah melihat wujud nyata dari apa yang dulu direncanakan dan disiapkan. Dan menurut kami sangat-sangat baik ya. Tadi saya sudah ke kelas, kemudian juga ke asrama, juga sholat dengan siswa, makan siang juga dengan siswa," ucapnya.

Dia menjelaskan, interaksi langsung dengan para siswa menjadi pengalaman berharga karena dia bisa merasakan semangat dan optimisme mereka.

"Di kelas tadi saya ketemu dengan anak-anak, saya tanya, semuanya senang, semuanya semangat, setiap anak punya cita-cita dan itu penting ya. Artinya kalau anak-anak sudah punya cita-cita, mereka punya tujuan dalam hidupnya," bebernya.

Dia menekankan, cita-cita yang dimiliki anak-anak akan menjadi motivasi kuat untuk belajar lebih rajin, beribadah dengan sungguh-sungguh, serta menatap masa depan dengan optimisme.

"Dan itu ya akan menjadi faktor pendorong bagi anak-anak ini untuk bisa belajar dengan rajin, belajar dengan sungguh-sungguh, beribadah dengan baik, dan mudah-mudahan apa yang dijalankan pada hari ini merupakan suatu langkah yang betul-betul akan menuju cita-cita yang diharapkan," ungkapnya.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Prabowo Bawa Harapan Baru bagi Anak Miskin dan Guru

Dalam kesempatan tersebut, Qodari juga menyempatkan diri berdialog dengan kepala sekolah, para guru, hingga para petugas kebersihan, keamanan, dan dapur.

Keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh siswa dan tenaga pendidik, tetapi juga oleh seluruh ekosistem yang bekerja mendukung jalannya kegiatan.

"Ketemu juga tadi dengan ekosistem yang ada di tempat ini, ketemu dengan kepala sekolah, dengan guru, petugas kebersihan, petugas keamanan, petugas masak," ucapnya.

Menurutnya, program Sekolah Rakyat merupakan sebuah privilege bagi masyarakat lapisan terbawah, khususnya desil 1 dan 2, yang kini memiliki akses pada pendidikan berkualitas.

"Sekali lagi ini merupakan suatu privilege ya, bahwa masyarakat kita dari kalangan yang paling bawah, desil 1, desil 2, bisa mendapatkan program dari Presiden Prabowo, program yang betul-betul mampu memperbaiki status dan kondisi kebutuhan mereka, masa depan mereka yang tadinya sulit, pada hari ini insyaallah menjadi cerah," paparnya.

Program ini membuktikan komitmen Presiden Prabowo, yang mampu diimplementasikan secara konkret. Meskipun bagi sebagian pihak program ini dianggap sulit dijalankan, berkat kerja sama lintas kementerian/lembaga serta komunikasi yang baik, hasilnya bisa terwujud dengan nyata.

Baca Juga: Para Guru Sambut Baik Sekolah Rakyat, Strategi Nyata Sambut Indonesia Emas 2045

"Dan sekali lagi kita melihat bagaimana pada hari ini program Pak Prabowo itu betul-betul bisa diimplementasikan dengan konkret, program-program yang mungkin bagi sebagian orang sulit atau bahkan tidak akan dilaksanakan, tapi dengan kerja sama berbagai KL, dengan komunikasi yang bagus, dengan kesungguhan, bisa terwujud dengan baik," jelasnya.

Dia juga menyoroti perubahan nyata pada para siswa. Anak-anak yang sebelumnya hanya bisa makan sekali sehari, kini sudah mendapatkan tiga kali makan bergizi setiap harinya. Hal ini membuat mereka terlihat lebih sehat, segar, dan penuh optimisme.

"Jadi yang tadinya makan sehari sekali, sekarang makan 3 kali sehari dan bergizi ya, semuanya sehat, segar, dan kemarin sudah sempat ada kegiatan break ya, pulang, apa namanya Pak? Pesiar gitu, dan ternyata gak sabar untuk pulang gitu," ungkapnya.

Menurutnya, para siswa membawa cerita positif ketika pulang ke rumah, yang membuat orang tua mereka lebih optimis dan bahagia.

Baca Juga: Cak Imin Target Sekolah Rakyat Bisa Menjangkau 27 Juta Masyarakat Miskin di Indonesia

"Di rumah mereka cerita mengenai kondisi di sini dengan orang tuanya, dan ceritanya, cerita-cerita yang saya yakin akan membuat orang tuanya menjadi lebih optimis dan bahagia," tambahnya.

Selain itu, Qodari memberikan apresiasi kepada Kementerian Sosial yang telah melaksanakan program ini dengan baik. Dia berharap, pengalaman positif di Bandung juga dapat terwujud di wilayah lain.

"Jadi selamat buat teman-teman dari Kementerian Sosial yang telah melaksanakan kegiatan ini sampai pada hari ini. Selanjutnya kami juga nanti akan jalan ke wilayah-wilayah yang lain untuk melihat perbedaan-perbedaan yang ada. Mudah-mudahan apa yang dilihat pada hari ini juga sama baiknya di tempat-tempat yang lain," tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.