Akurat

Puncak Musim Kemarau, 3 Kota Ini Bakal Jadi yang Terpanas di Indonesia

Eko Krisyanto | 25 Agustus 2025, 17:07 WIB
Puncak Musim Kemarau, 3 Kota Ini Bakal Jadi yang Terpanas di Indonesia

 

AKURAT.CO Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat musim kemarau 2025 dimulai pada bulan Juni, dan mencapai puncaknya pada Agustus 2025.

Suhu panas terjadi akibat minimnya tutupan awan, kelembapan udara yang rendah, serta angin yang lemah. Kondisi tersebut membuat radiasi matahari langsung menembus permukaan bumi dan meningkatkan temperatur. 

Selain itu, posisi semu Matahari yang dekat dengan ekuator turut memperkuat efek pemanasan. Fenomena ini juga disebut sebagai tanda awal masuknya musim kemarau. 

Baca Juga: Rahasia Hujan di Musim Kemarau yang Perlu Anda Tahu

Dalam musim kemarau tahun ini, BMKG mencatat ada 3 kota terpanas di musim kemarau tahun ini. 

1. Sidoarjo, Jawa Timur

Wilayah ini mencatat suhu maksimum mencapai 37,9°C pada 23 April 2025. Catatan tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia menunjukkan bagaimana Jawa Timur mengalami paparan panas ekstrem di awal musim kemarau.

2. Tanah Merah, Papua Selatan

Kota ini tercatat mengalami suhu ekstrem hingga 38,4°C pada 29 Maret 2025 dan kembali mencapai 37,0°C pada 21 April 2025. Lonjakan suhu tersebut menegaskan bahwa Papua Selatan menjadi salah satu titik panas paling signifikan pada tahun ini.

Baca Juga: Sampai Kapan Hujan Saat Kemarau? Ini Prediksi BMKG

3. Tangerang Selatan, Banten

Di wilayah perkotaan padat ini, suhu udara maksimum tercatat sekitar 35,4°C. Meskipun tidak setinggi dua lokasi sebelumnya, kondisi panas tersebut tetap berpengaruh besar bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan Jabodetabek.

Fenomena suhu ekstrem ini menjadi peringatan penting bahwa masyarakat harus lebih waspada terhadap risiko kesehatan, seperti dehidrasi dan heatstroke, serta dampak lingkungan lain seperti kebakaran hutan.

Musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih panjang dan intens, sehingga kesiapan menghadapi cuaca ekstrem menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.