Akurat

Anggaran MBG di 2026 Bombastis, MPR: Presiden Ingin Penerima Manfaat Lebih Banyak

Paskalis Rubedanto | 19 Agustus 2025, 15:46 WIB
Anggaran MBG di 2026 Bombastis, MPR: Presiden Ingin Penerima Manfaat Lebih Banyak

 

AKURAT.CO Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. 

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani, menilai tingginya anggaran MBG mencerminkan besarnya perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya pelajar. 

Dia menegaskan, manfaat program ini harus bisa dirasakan secara lebih luas oleh jutaan siswa di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun, Pentingnya Pengawasan Ketat Penegak Hukum dan Pemda

"Memang yang diharapkan Presiden dan harapan kita semua pada penggunaan anggaran tahun depan, tahun 2026, nilai manfaat yang dirasakan dari makan bergizi gratis itu jumlahnya lebih banyak. Lebih banyak orang, lebih banyak siswa yang bisa menikmati sesuai dengan rencana sehingga memerlukan anggaran yang besar," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2025).

Dia berharap lembaga pelaksana, yakni Badan Gizi Nasional, mampu bekerja lebih maksimal agar tujuan program dapat tercapai. 

"Kami harap kemampuan lembaga yang menangani dalam hal ini Badan Gizi Nasional bisa lebih maksimal, karena nilai manfaat yang diharapkan oleh Presiden dan oleh kita semua bisa lebih banyak lagi," ujarnya.

Menurutnya, dengan dukungan anggaran besar, program MBG diharapkan bisa menjangkau puluhan juta siswa di seluruh Indonesia. 

"Sehingga makan bergizi gratis bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak siswa, oleh puluhan juta siswa yang diharapkan. Karena itu anggarannya akan nambah," tutupnya.

Baca Juga: Anggaran MBG Capai Rp335 Triliun, Pentingnya Pengawasan Ketat Penegak Hukum dan Pemda

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Anggaran program ini melonjak signifikan pada 2026, mencapai sekitar Rp335 triliun atau hampir dua kali lipat dari alokasi tahun sebelumnya yang berkisar Rp171 triliun. 

Besarnya anggaran itu diharapkan mampu memperluas cakupan penerima manfaat hingga 82,9 juta orang, melalui lebih dari 32 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejauh ini, program tersebut sudah menjangkau sekitar 20 juta penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. 

Selain berdampak pada kesehatan masyarakat, program MBG juga diklaim menciptakan lebih dari 290 ribu lapangan kerja serta menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku UMKM. 

Bahkan, sejumlah kajian menyebut dampak ekonominya berpotensi menyumbang hingga Rp6 triliun terhadap PDB nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.