Ketahanan Pangan Adalah Benteng Terakhir Menghadapi Perubahan Iklim

AKURAT.CO Perubahan iklim yang semakin ekstrem membawa ancaman serius bagi ketersediaan pangan dunia.
Cuaca tak menentu, gagal panen dan gangguan distribusi membuat jutaan orang berisiko kelaparan. Dalam situasi seperti ini, ketahanan pangan menjadi benteng terakhir yang melindungi masyarakat dari krisis.
Sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.
Baca Juga: Ketahanan Pangan: Pengertian, Tantangan dan Strategi untuk Mewujudkannya
Ketahanan pangan adalah kemampuan suatu negara atau wilayah untuk memastikan ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan secara berkelanjutan bagi seluruh penduduknya.
Dikutip dari World Food Programme (WFP), kondisi ini tercapai ketika setiap orang memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap makanan yang cukup, aman dan bergizi untuk hidup sehat.
Menurut WFP, pada tahun 2024 terdapat 673 juta orang di dunia yang mengalami kelaparan, sementara 319 juta lainnya menghadapi ketidakamanan pangan akut.
Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Perlu Infrastruktur Penunjang
Krisis ini paling parah terjadi di daerah yang dilanda konflik, bencana alam atau guncangan ekonomi.
Kementerian Pertahanan, per Januari 2025, mencatat bahwa ketahanan pangan juga berperan penting dalam pertahanan nasional karena dapat mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat kedaulatan negara.
Adapun, upaya untuk menjaga ketahanan pangan dilakukan melalui berbagai langkah strategis, seperti:
Baca Juga: Badan Bank Tanah Gandeng Masyarakat dan TNI/POLRI Dukung Ketahanan Pangan di Poso
1. Meningkatkan produksi pangan dalam negeri melalui modernisasi pertanian.
2. Memperkuat cadangan pangan nasional untuk menghadapi krisis.
3. Mengembangkan teknologi pertanian adaptif terhadap perubahan iklim.
4. Mengoptimalkan distribusi dan akses pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Perum Bulog menargetkan pengadaan beras domestik sebanyak tiga juta ton pada 2025 dan naik dari 1,27 juta ton di tahun sebelumnya.
Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pada impor dan memastikan ketersediaan beras sebagai komoditas strategis.
Baca Juga: Mentan Amran Dorong Petani Muda Jadi Penggerak Swasembada Pangan dan Hilirisasi Pertanian
Ketahanan pangan bukan sekadar urusan produksi pertanian tetapi juga soal strategi pertahanan, kedaulatan negara dan masa depan generasi mendatang. Menjaganya berarti memastikan bangsa tetap tegak berdiri meski badai perubahan iklim datang menghantam.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







