Akurat

Rahasia Hujan di Musim Kemarau yang Perlu Anda Tahu

Ratu Tiara | 13 Agustus 2025, 16:36 WIB
Rahasia Hujan di Musim Kemarau yang Perlu Anda Tahu

AKURAT.CO Banyak orang di Indonesia bertanya-tanya mengapa terkadang hujan di musim kemarau masih saja terjadi. Fenomena ini tidak hanya membingungkan, tetapi juga memengaruhi berbagai aktivitas, mulai dari pertanian hingga perjalanan. Sebenarnya, ada alasan ilmiah di balik fenomena cuaca yang tidak biasa ini.

BMKG menjelaskan beberapa faktor kunci yang menjadi penyebab masih turun hujan di musim kemarau.

Faktor Pemicu Hujan di Musim Kemarau Menurut BMKG

Dilansir dari laman web resmi BMKG ada beberapa fenomena atmosfer yang menjadi pemicu utama turunnya hujan di musim kemarau, terutama di wilayah Indonesia bagian barat.

Berikut adalah beberapa fenomena atmosfer yang menjadi penyebabnya:
  • Madden Julian Oscillation (MJO): Fenomena pergerakan awan hujan dari Samudra Hindia di Timur Afrika menuju Samudra Pasifik, melintasi wilayah Indonesia. MJO menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
  • Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial: Gelombang atmosfer ini juga berkontribusi dalam meningkatkan curah hujan. Dampaknya terasa di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.
  • Suhu Permukaan Laut yang Hangat: Kondisi perairan di sekitar Indonesia yang hangat juga mendukung pembentukan awan hujan. Suhu permukaan laut yang tinggi meningkatkan penguapan, yang menjadi bahan bakar utama pembentukan awan hujan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Pendek, Ini Penyebabnya

 Selain itu, posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua dan dua samudra menjadikannya sangat rentan terhadap berbagai dinamika cuaca. Gangguan seperti MJO dan gelombang atmosfer lainnya dapat dengan mudah memicu pembentukan awan hujan, meskipun seharusnya sedang berada di puncak musim kemarau. Memahami hal ini membantu kita menyadari bahwa cuaca di Indonesia sangat dipengaruhi oleh dinamika global, dan penting untuk selalu mengikuti informasi dari lembaga yang kredibel seperti BMKG.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R