Akurat

Papua Masuk Wilayah Tercepat dalam Realisasi Program MBG, Capai 25 Persen dari Target

Atikah Umiyani | 12 Agustus 2025, 17:36 WIB
Papua Masuk Wilayah Tercepat dalam Realisasi Program MBG, Capai 25 Persen dari Target

AKURAT.CO Pemerintah pusat menegaskan komitmen membangun Papua dengan bertatap muka langsung bersama kepala suku, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan organisasi masyarakat. 

Pertemuan ini menjadi momentum konsolidasi, untuk memperkuat sinergi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Papua.

Mengusung tema 'Papua Bersatu, Indonesia Maju: Menuju Generasi Sehat, Ekonomi Mandiri, dan Kampung Terpadu', kegiatan dipusatkan di Nabire dan dihadiri secara langsung oleh berbagai elemen masyarakat Papua Tengah. 

Baca Juga: Lewat Program MBG Negara Hadir Menjamin Kemerdekaan Gizi Masyarakat

Sementara itu, perwakilan dari Papua, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Papua Barat mengikuti acara secara daring melalui zoom meeting.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana; Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) M. Herindra; Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi; Menteri Desa PDT, Yandri Susanto; Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa; serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Pada kesempatan ini, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut bahwa Papua termasuk wilayah tercepat dalam realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah mencapai 25 persen dari target.

"Secara keseluruhan, di Papua sendiri sudah ada 101 dari 414 yang berbasis hitungan populasi. Di Provinsi Papua ada 38 SPPG. Di Papua Barat sudah ada 27, kemudian di Papua Selatan ada 3, di Papua Tengah ada 14, kemudian Papua Pegunungan ada 4, dan Papua Barat Daya ada 15," ujar Dadan di Nabire, Papua Tengah, Selasa (12/8/2025).

Dia juga menegaskan, penggunaan bahan baku lokal terus diperkuat sebagai strategi mendorong ekonomi masyarakat.

"Jadi kami berharap bahwa nanti banyak dana yang dialirkan oleh Badan Gizi ke wilayah Papua itu dibelanjakan untuk bahan baku yang berasal dari lokal, kemudian dimasak oleh mama-mama atau masyarakat lokal, dan kemudian nanti kemudian diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan seluruh anak sekolah mulai dari PAUD sampai anak SMK," tambahnya.

Baca Juga: Pentingnya Sinergi Lintas Sektor untuk Sukseskan Program CKG dan MBG Menuju Generasi Emas

Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, juga memaparkan terkait percepatan MBG. Mulai dari pembentukan Kelompok Kerja yang diketuai Wakil Gubernur, penambahan titik dapur sehat di delapan kabupaten, penyediaan anggaran daerah, hingga pemetaan sekolah sebagai lokasi pelaksanaan.

"Kita ketahui bahwa pelaksanaan MBG memberikan dampak multi efek kepada semua elemen. Mulai dari penyediaan bahan makanan yang memberi dampak ekonomi bagi petani dan peternak, hingga peningkatan gizi anak, ibu menyusui, ibu hamil, dan anak stunting," ujarnya.

Selain MBG, Pemprov Papua Tengah juga mengimplementasikan pemberian Makanan Tambahan dan BLT untuk balita, Cek Kesehatan Gratis, pembentukan 1.045 koperasi desa, serta pengembangan Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) di Nabire dan Dogiyai sejak 2023.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Suku Nabire, Papua Tengah, Melkisedek Rumawi, menyatakan dukungannya terhadap program MBG dan menilai kehadiran Badan Gizi Nasional membawa manfaat besar bagi masyarakat adat. 

Dia menekankan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak adat agar tumbuh sehat, berpendidikan, dan kelak mampu memimpin Indonesia. 

"Kehadiran Badan Gizi Nasional ini sangat baik khususnya bagi masyarakat adat, anak-anak adat yang dipersiapkan sebagai generasi muda untuk Indonesia. Dari segi gizi agar mereka bisa lebih sehat dan menikmati pendidikan agar bisa memimpin di negara kita ini, Indonesia yang kita cintai bersama," ujar Melkisedek Rumawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.