Akurat

Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan, Ini 5 Tradisi 17 Agustus yang Hanya Ada di Indonesia

Eko Krisyanto | 8 Agustus 2025, 23:58 WIB
Rayakan 80 Tahun Kemerdekaan, Ini 5 Tradisi 17 Agustus yang Hanya Ada di Indonesia

AKURAT.CO Tahun ini, Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 pada 17 Agustus 2025—tonggak bersejarah yang menandai delapan dekade sejak Proklamasi 1945.

Lebih dari sekadar seremoni bendera, HUT RI menjadi momen penuh makna yang dirayakan dengan tradisi khas di berbagai penjuru negeri.

Dari sabang sampai Merauke, rakyat Indonesia memaknai kemerdekaan lewat lomba rakyat, karnaval budaya, doa bersama, hingga syukuran desa.

Tradisi ini bukan hanya ajang hiburan, tetapi juga perwujudan rasa syukur, gotong royong, dan persatuan yang diwariskan para pahlawan bangsa.

Berikut lima tradisi unik 17 Agustus yang hanya bisa kamu temui di Indonesia:

1. Tirakatan – Yogyakarta

Malam menjelang 17 Agustus di Yogyakarta diwarnai dengan tradisi Tirakatan, yaitu syukuran sederhana yang digelar warga di balai desa atau rumah-rumah warga.

Acara ini berisi doa bersama, renungan kemerdekaan, serta makan bersama dalam suasana keakraban.

Tirakatan menjadi ruang kontemplatif untuk mengenang perjuangan bangsa sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Baca Juga: Mendagri: Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih Terbentuk di Seluruh Daerah

2. Barikan – Malang, Jawa Timur

Di Malang, suasana 17 Agustus dimulai dengan Barikan, tradisi makan bersama di malam hari tanggal 16 Agustus. Warga membawa berbagai hidangan seperti tumpeng, buah, dan kue, lalu menyantapnya secara kolektif.

Doa bersama dan lagu-lagu kebangsaan menyertai acara ini sebagai bentuk rasa syukur dan semangat solidaritas warga.

3. Telok Abang – Palembang, Sumatera Selatan

Tradisi Telok Abang menjadi daya tarik khas perayaan 17 Agustus di Palembang. Telur rebus yang dicat merah (telok abang) ditancapkan pada mainan dari gabus berbentuk kapal, pesawat, atau mobil, lalu dijual di jalanan.

Meriah dan penuh warna, tradisi ini menjadi simbol semangat perjuangan, kreativitas rakyat, dan hiburan untuk anak-anak.

4. Lomba Dayung – Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Sebagai Kota Seribu Sungai, Banjarmasin merayakan kemerdekaan dengan lomba dayung di Sungai Martapura. Tradisi ini sudah ada sejak 1924 dan kini kembali populer setelah viral di media sosial.

Puluhan atlet dayung berlomba menunjukkan kekuatan dan teknik mendayung mereka. Ini bukan sekadar perlombaan, tapi juga bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal dan warisan budaya sungai.

5. Peresean – Lombok, Nusa Tenggara Barat

Di Lombok, semangat kemerdekaan diwujudkan lewat Peresean, pertarungan tradisional dari Suku Sasak.

Dua lelaki dewasa saling beradu menggunakan rotan (penjalin) dan tameng dari kulit kerbau (ende), disertai musik tradisional khas Lombok.

Meski terlihat keras, Peresean menjunjung tinggi sportivitas, keberanian, dan penghormatan. Duel selalu diakhiri dengan pelukan, menandakan bahwa lawan bukanlah musuh, tetapi saudara.

Dari ritual hening hingga teriakan semangat di lomba-lomba rakyat, perayaan 17 Agustus di Indonesia selalu hidup dan bermakna.

Baca Juga: Komisi X DPR Apresiasi Uji Terap PJJ untuk Atasi Ketimpangan Akses Pendidikan

Tradisi-tradisi ini menjadi warisan budaya sekaligus cerminan karakter bangsa yang tangguh, kreatif, dan penuh kebersamaan.

Di tengah modernisasi, semangat kemerdekaan tetap membara dalam bentuk yang khas dan tak tergantikan.

Maka dari itu, momen 17 Agustus bukan hanya tentang masa lalu yang dikenang, tetapi juga tentang masa depan yang dibangun bersama.

 

Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.