Akurat

Kunci Sektor Pariwisata Indonesia Bisa Bersaing di Kancah Global

Siti Nur Azzura | 5 Agustus 2025, 23:31 WIB
Kunci Sektor Pariwisata Indonesia Bisa Bersaing di Kancah Global

AKURAT.CO Laporan World Travel & Tourism Council (WTTC) terkait 10 besar negara dalam kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata, tercatat sektor pariwisata Indonesia dalam kancah global belum masuk peringkat 10 besar di dunia.

Dalam laporan tersebut, 10 besar negara dengan sektor pariwisata yang berkontribusi besar ke ekonomi, di antaranya Amerika Serikat (AS), China, Jerman, Jepang, Inggris, Prancis, Meksiko, India, Italia, dan Spanyol.

Dewan Pakar GSN Bidang Pariwisata yang juga Founder Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (Yipindo), Taufan Rahmadi, menyayangkan sektor pariwisata Indonesia belum masuk ke dalam daftar 10 besar WTTC. Padahal, Indonesia memiliki lanskap pariwisata yang kaya.

Baca Juga: Punya Potensi Besar, Bima Arya Dorong Pemkab Buteng Optimalisasi Sektor Pariwisata

"Sayangnya, Indonesia belum masuk dalam jajaran tersebut. Meskipun memiliki lanskap pariwisata yang kaya dan kontribusi nominal yang besar, posisi Indonesia secara global masih belum kompetitif," kata Taufan, Selasa (5/8/2025).

Dia menjelaskan, Laporan WTTC memperkirakan kontribusi sektor Travel & Tourism terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025 akan mencapai Rp1.269,8 triliun atau setara sekitar 5,5 persen dari total PDB nasional.

“Angka tersebut didorong oleh pengeluaran wisatawan internasional sebesar IDR 344 triliun dan wisatawan domestik sebesar IDR 381,4 triliun. Selain itu, sektor ini diprediksi akan mendukung sekitar 14 juta lapangan kerja, atau sekitar 9,3 persen dari total tenaga kerja nasional," jelasnya.

Sedangkan di peta regional, posisi Indonesia tertinggal dari negara-negara ASEAN. Malaysia mencatat kontribusi pariwisata sekitar 11,3 persen terhadap PDB-nya, Singapura 9,8 persen, Vietnam 10,5 persen, dan Filipina bahkan mencapai 21 persen.

Baca Juga: Menpar: Bali Harus Jadi Simbol Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan Indonesia

Thailand, meski belum stabil pasca pandemi, pernah menembus angka 19 persen dan tetap kuat sebagai salah satu magnet wisata utama di Asia Tenggara.

"Kabar baiknya, tren kontribusi Indonesia meningkat dari 2,4 persen di 2021 menjadi 5,5 persen pada 2025. Namun ke depan, jika ingin bersaing secara global dan regional, Indonesia perlu melakukan lompatan besar, memperkuat kualitas destinasi, konektivitas, dan daya saing pariwisata secara menyeluruh," ucapnya.

Dengan potensi kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, masyarakat harus tetap optimis Indonesia punya peluang kuat untuk memimpin. "Kuncinya: orkestrasi yang cerdas, kolaboratif, dan berkelanjutan," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.