Akurat

Biaya Nol dan Hidup Teratur, Sekolah Rakyat Ringankan Beban Masyarakat dan Ubah Nasib Anak Bangsa

Siti Nur Azzura | 5 Agustus 2025, 21:56 WIB
Biaya Nol dan Hidup Teratur, Sekolah Rakyat Ringankan Beban Masyarakat dan Ubah Nasib Anak Bangsa

AKURAT.CO Sejumlah masyarakat merasa terbantu dengan hadirnya program Sekolah Rakyat, yang merupakan inisiatif langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan di kalangan masyarakat. 

Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak yang berasal dari kalangan miskin hingga miskin ekstrem, yang selama ini mengalami kesulitan untuk mengakses fasilitas pendidikan yang layak. 

Salah satu wali murid, Juwita mengaku bahwa dirinya kini bisa bernafas lega. Dia tak lagi pusing memikirkan biaya seragam, buku, bahkan uang makan untuk anaknya, Fachri. 

Baca Juga: Sekolah Rakyat Lebih Manjur Entaskan Kemiskinan Ketimbang Bansos

Sejak program Sekolah Rakyat resmi berjalan di tahun ajaran baru 2025–2026, beban yang sebelumnya menyesakkan perlahan terangkat.

"Saya sangat bersyukur karena anak saya lebih rajin lagi, terus juga sama orang tua juga sekarang, bicaranya juga lebih santun. Ada terharunya, karena anak saya jadi bisa lebih mendiri lagi ya, karena kalau di rumah kan kita harus, yang kita cuciin bajunya, di sini dia mencuci bajunya," kata Juwita saat ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta, Selasa (5/8/2025).

Hampir sebulan Fachri tinggal di asrama. Perubahan yang dia tunjukkan bukan hanya soal kemandirian, tetapi juga kebiasaan hidup yang lebih sehat. 

"Kalau di sini kan vitaminnya dijamin, makannya dijamin, saya sangat berterima kasih sama Bapak Presiden. Anak saya lebih ceria, terus juga dia lebih semangat juga," lanjutnya.

Hal serupa juga dirasakan Dian, orang tua dari Aditya. Dia mengaku Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas doanya, agar anaknya bisa belajar hidup disiplin sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.

Baca Juga: Gus Ipul: Presiden Prabowo Siap Luncurkan Sekolah Rakyat 2025

"Saya senang juga mungkin ini jalan satu-satunya biar anak saya bisa mandiri. Biar pikirannya lebih dewasa dari sebelum-sebelumnya," ujarnya terharu.

Dian menuturkan, perubahan anaknya tak hanya tampak dari sikap, tetapi juga kondisi fisik.

"Ya alhamdulillah ya, untuk postur badan dia sekarang agak gemuk, terus agak bersih lah intinya nggak kayak dulu, dulu mah disuruh makan juga susah, disuruh makan sehari dua kali pun dia susah gitu. Tapi di sini mah alhamdulillah dia teratur soal makan, soal aktivitas, soal sholat, waktunya sholat, waktunya mengaji gitu. Saya pokoknya intinya senang karena sekolah rakyat ini benar-benar ngebantu saya gitu," paparnya.

Bagi Juwita dan Dian, Sekolah Rakyat bukan sekadar fasilitas pendidikan. Program ini menjadi penopang hidup keluarga menengah ke bawah yang selama ini harus memutar otak untuk membiayai sekolah anak.

"Saya sangat berterima kasih sama Bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk anak saya, terutama yang pendidikannya sekarang sudah terjamin, dari makannya juga, seragam, buku tulis. Saya berterima kasih sebagai orang tua, yang kategori ini menengah ke bawah ya, saya sangat berterima kasih," kata Juwita.

Bagi mereka, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat anak-anak belajar. Dia telah menjelma menjadi ruang harapan baru, di mana beban hidup berkurang, anak-anak tumbuh lebih mandiri, dan masa depan terasa sedikit lebih pasti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.