Akurat

Maraknya Pengibaran Bendera One Piece Bukan Sekadar Spontanitas Warga Negara

Eko Krisyanto | 5 Agustus 2025, 08:29 WIB
Maraknya Pengibaran Bendera One Piece Bukan Sekadar Spontanitas Warga Negara

AKURAT.CO Fenomena pengibaran bendera One Piece menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadi sorotan luas masyarakat.

Bendera One Piece berlambang tengkorak dengan topi jerami khas kru bajak laut dari serial anime asal Jepang, One Piece.

Hal ini dianggap oleh sebagian warga sebagai ekspresi kritik terhadap kinerja pemerintah dan kondisi sosial-politik yang dinilai kurang adil atau tidak berpihak pada rakyat kecil.

Baca Juga: Soal Pengibaran Bendera One Piece Jelang HUT RI, DPR: Tak Masalah Selama Tak Timbulkan Perpecahan

Pengibaran bendera ini dipandang sebagai bentuk ekspresi kekecewaan generasi muda.

Sejumlah warga menegaskan bahwa aksi pengibaran bendera tersebut bukan berarti bentuk pengkhianatan terhadap negara.

Sebaliknya, hal itu dianggap sebagai simbol protes atas ketidakpuasan terhadap pemerintah yang dinilai gagal menjamin perlindungan hak-hak rakyat meski masyarakat telah taat membayar pajak.

Baca Juga: Mensesneg: Bendera One Piece Bukan Masalah, Asal Tak Menggeser Makna Sakral Merah Putih

Pemerintah melalui Menteri HAM, Natalius Pigai, mengecam pengibaran bendera One Piece karena dianggap melanggar hukum.

Menurutnya, bendera tersebut bukan simbol sah negara dan pengibarannya berdampingan dengan Bendera Merah Putih dinilai bisa memicu tindakan subversif yang membahayakan persatuan bangsa.

Menanggapi hal tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah menyatakan akan mengambil langkah tegas terhadap setiap pengibaran bendera tidak resmi selama perayaan HUT RI.

Baca Juga: PDIP: Terlalu Berlebihan Kalau Anggap Bendera One Piece sebagai Tindakan Makar

Pemerintah menegaskan bahwa sikap ini sejalan dengan hukum nasional maupun internasional yang mengatur perlindungan simbol negara.

Di tingkat parlemen, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyoroti fenomena ini sebagai indikasi adanya gerakan sistematis yang sengaja memanfaatkan momentum perayaan kemerdekaan untuk memecah belah bangsa.

Ia menilai bahwa tindakan tersebut bukan sekadar spontanitas warga, melainkan berpotensi menjadi upaya terorganisir yang mengganggu stabilitas dan semangat persatuan nasional di momen yang sangat krusial bagi keutuhan Indonesia.

Baca Juga: Asosiasi Pengemudi Serukan Kibarkan Bendera Merah Putih, Bukan Bendera One Piece

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK