Mesir, Saudara Pertama Indonesia yang Berani Akui Kemerdekaan Kita!

AKURAT.CO Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 adalah titik awal berdirinya Indonesia sebagai negara merdeka. Namun perjuangan belum selesai.
Setelah bendera Merah Putih berkibar, Indonesia masih harus menghadapi upaya Belanda untuk kembali menjajah melalui agresi militer.
Dalam situasi genting itulah, pengakuan dari dunia internasional menjadi senjata diplomatik yang amat penting.
Di antara sekian banyak negara, Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
Langkah berani Mesir ini menjadi babak awal dari perjuangan diplomasi Indonesia, yang tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tapi juga solidaritas antarbangsa dan kekuatan persuasi politik.
Mengapa Mesir?
Pengakuan Mesir terhadap Indonesia bukan kebetulan, melainkan lahir dari sejumlah faktor historis dan emosional yang mempererat hubungan kedua bangsa:
Baca Juga: Kemenhub Bentuk Tim Audit Independen Usai Insiden KA Argo Bromo
-
Ikatan Keagamaan dan Kultural: Mayoritas penduduk Indonesia dan Mesir sama-sama beragama Islam.
Persaudaraan umat ini menjadi landasan kuat, terlebih karena banyak ulama dan cendekiawan Mesir merasa terhubung secara spiritual dan moral dengan perjuangan bangsa Indonesia.
-
Semangat Anti-Kolonialisme: Mesir sendiri berada di bawah pengaruh Inggris selama bertahun-tahun.
Meskipun kemerdekaan penuh baru diraih pada 1952, pengalaman pahit dijajah menumbuhkan empati dan solidaritas terhadap bangsa-bangsa lain yang sedang berjuang, seperti Indonesia.
-
Peran Mahasiswa dan Diplomat Indonesia: Keberadaan pelajar Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, turut memainkan peran penting.
Mereka aktif menyuarakan perjuangan kemerdekaan, membangun jaringan dengan tokoh-tokoh Mesir, dan menjadi agen diplomasi rakyat.
Tokoh seperti H. Agus Salim juga menjalin komunikasi erat dengan pemimpin Mesir, memperkuat jembatan diplomatik kedua negara.
Dampak Strategis Pengakuan Mesir
Pengakuan dari Mesir bukan hanya simbolis. Dampaknya nyata dan sangat strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional:
-
Legitimasi Global: Dukungan dari Mesir menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar klaim sepihak.
Ia diakui secara sah oleh negara lain, memperkuat keabsahan Republik Indonesia di mata dunia.
-
Efek Domino Diplomatik: Setelah Mesir, negara-negara Timur Tengah seperti Suriah, Lebanon, Arab Saudi, dan Yaman ikut mengakui kemerdekaan Indonesia.
Ini menciptakan efek domino yang mengangkat posisi Indonesia dalam forum internasional.
-
Modal di PBB: Pengakuan internasional menjadi landasan kuat bagi Indonesia dalam perjuangan diplomatik di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dukungan ini turut menekan Belanda dan mempercepat proses pengakuan kedaulatan Indonesia secara resmi pada Konferensi Meja Bundar 1949.
Pelajaran dari Diplomasi Awal
Baca Juga: Arti dan Terjemahan Kata “Wilujeng” dalam Bahasa Indonesia, Salam Penuh Doa dalam Budaya Sunda
Kisah pengakuan Mesir terhadap kemerdekaan Indonesia adalah contoh nyata bahwa perjuangan tak hanya dilakukan di medan tempur, tapi juga di meja perundingan dan jalur diplomasi.
Dengan sumber daya terbatas, para tokoh bangsa berhasil menggugah simpati dunia, bukan dengan ancaman, tetapi dengan nilai-nilai keadilan, solidaritas, dan kemanusiaan.
Ini bukan hanya kisah hubungan Indonesia dan Mesir. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan adalah buah dari kerja keras di berbagai lini, baik dalam perlawanan fisik maupun perjuangan diplomasi.
Dan Mesir, dalam sejarah itu, akan selalu tercatat sebagai sahabat pertama yang berdiri di samping Indonesia dalam saat-saat paling menentukan.
Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









