Akurat

Bendera One Piece Dikibarkan Jelang 17 Agustus: Simbol Protes atau Upaya Delegitimasi?

Ahada Ramadhana | 1 Agustus 2025, 16:34 WIB
Bendera One Piece Dikibarkan Jelang 17 Agustus: Simbol Protes atau Upaya Delegitimasi?

AKURAT.CO Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, publik dihebohkan dengan pengibaran bendera bajak laut “Topi Jerami” dari anime One Piece di sejumlah wilayah.

Fenomena yang viral di media sosial ini menuai beragam respons, mulai dari yang menganggapnya guyonan budaya pop, hingga pihak yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk protes politik terselubung.

Salah satu yang mengkritisi keras fenomena ini adalah Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan.

Ia menilai, pengibaran bendera bajak laut di tengah momen sakral kemerdekaan bisa dibaca sebagai tindakan delegitimasi terhadap negara dan simbol-simbol kebangsaannya.

“Meskipun mungkin dianggap sebagai bentuk ekspresi kekecewaan atau protes, tindakan seperti ini bersifat provokatif dan bisa dimaknai sebagai upaya melemahkan legitimasi pemerintah,” ujar Iwan kepada Akurat.co, Jumat (1/8/2025).

Iwan mengingatkan bahwa negara telah menyediakan ruang legal untuk menyampaikan kritik dan ketidakpuasan, tanpa harus menciderai simbol-simbol nasionalisme.

“Kalau ingin protes, sampaikan lewat mekanisme resmi. Undang-undang telah memberi ruang: dari mimbar akademik hingga forum publik. Tidak perlu menabrak simbol negara,” tegasnya.

Baca Juga: Pengibaran Bendera One Piece Jelang 17 Agustus Sarat Provokasi dan Ancam Nasionalisme!

Tanggapan senada juga datang dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang menyebut pengibaran bendera bajak laut menjelang 17 Agustus tak bisa dipandang remeh.

Ia menyebut fenomena ini patut diwaspadai sebagai bagian dari gerakan yang bisa mengganggu persatuan nasional.

“Kami mendapat masukan dari sejumlah lembaga keamanan. Ada indikasi upaya-upaya memecah belah bangsa, dan hal-hal seperti ini bisa menjadi pemicunya,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ia meminta seluruh elemen masyarakat untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi simbolik yang bisa merusak makna Hari Kemerdekaan.

“Peringatan 17 Agustus bukan sekadar seremoni. Ini soal jati diri bangsa. Jangan dikotori dengan simbol-simbol yang bisa membelokkan makna perjuangan,” tegas Dasco.

Fenomena bendera bajak laut ini masih menjadi perbincangan luas di media sosial.

Belum diketahui siapa aktor di balik pengibaran tersebut, namun aparat keamanan telah mulai melakukan penelusuran di beberapa titik yang terpantau.

Baca Juga: Viral Pengibaran Bendera One Piece, Dasco: Ada Gerakan Sistematis Pecah Belah Bangsa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.