Akurat

Pramono Ingat Pesan Kwik Kian Gie: Program Sosial Jangan Dikurangi

Citra Puspitaningrum | 30 Juli 2025, 19:44 WIB
Pramono Ingat Pesan Kwik Kian Gie: Program Sosial Jangan Dikurangi

AKURAT.CO Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengenang almarhum ekonom senior Kwik Kian Gie sebagai sosok yang teguh memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya dalam sektor ekonomi.

Usai melayat ke rumah duka almarhum di Rumah Duka Sentosa RSPAD, Jakarta Pusat, Pramono mengungkap satu pesan terakhir dari Kwik yang masih melekat kuat dalam ingatannya.

"Program-program untuk Jakarta Pintar, Jakarta Sehat, social safety net itu jangan dikurangi. Itu nasihat singkat Pak Kwik," ujar Pramono, Rabu (30/7/2025). 

Baca Juga: Melayat ke Rumah Duka, Prabowo Beri Sikap Hormat ke Kwik Kian Gie

Menurutnya, Kwik adalah tokoh bangsa yang tidak pernah goyah dalam prinsipnya. Dikenal luas sebagai ekonom kerakyatan, Kwik selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. 

"Beliau selalu mengingatkan agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar berpihak kepada rakyat," imbuhnya.

Dia mengaku telah mengenal Kwik sejak akhir 1997, ketika keduanya aktif di PDI yang kemudian bertransformasi menjadi PDI Perjuangan. Mereka sempat bekerja bersama di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

Selama menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Ekonomi di era Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik menghadapi situasi ekonomi nasional yang penuh tantangan. Meski banyak gagasannya terbentur realita krisis, semangat Kwik untuk membangun ekonomi rakyat tak pernah surut.

"Kalau diterjemahkan hari ini, misalnya sekolah rakyat atau makan bergizi gratis (MBG), saya yakin Pak Kwik akan setuju," katanya.

Baca Juga: Prabowo Melayat Kwik Kian Gie: Tokoh Ekonomi Pancasila, Indonesia Kehilangan Putra Terbaik

Dia juga mengenang keberanian Kwik untuk berbeda pandangan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Meski berbeda pendapat, hubungan keduanya tetap erat karena didasari semangat kerakyatan yang sama.

"Perbedaan itu justru memperkuat hubungan Mbak Mega dan Pak Kwik. Mereka punya visi yang sama dalam membela rakyat, hanya saja mazhabnya berbeda," ujarnya.

Kwik Kian Gie wafat pada Senin (28/7/2025) malam di usia 90 tahun. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka RSPAD sebelum dimakamkan. Indonesia kehilangan satu lagi putra terbaiknya ekonom jujur yang tak pernah lelah mengingatkan: rakyat adalah pusat segala kebijakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.