Akurat

Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Capaian Lifting Minyak hingga PNBP Sektor Energi

Atikah Umiyani | 28 Juli 2025, 20:49 WIB
Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Capaian Lifting Minyak hingga PNBP Sektor Energi

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/7/2025). 

Pertemuan dengan Bahlil untuk membahas perkembangan sektor energi nasional, termasuk pencapaian target lifting minyak dan strategi pengelolaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor energi.

Seusai rapat, Bahlil menyampaikan bahwa capaian lifting minyak nasional menunjukkan tren positif dan diproyeksikan sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBN 2025.

Baca Juga: Lifting Minyak Semester I-2025 Naik Tipis Jadi 578 Ribu Barel

"Saya baru selesai melaporkan kepada Bapak Presiden, rapat sama Bapak Presiden, itu pertama adalah melaporkan tentang lifting minyak yang insyaallah akan mencapai target APBN di 2025," ujar Bahlil kepada awak media di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain lifting minyak, rapat juga menyoroti strategi pencapaian PNBP sektor energi. "Yang kedua adalah bicara strategi untuk PNBP kita yang ditargetkan oleh APBN. Insyaallah mencapai target," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis terkait impor energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), crude oil, dan LPG dari Amerika Serikat. 

Baca Juga: Genjot Lifting dan Swasembada Energi, RUU Migas Dinilai Harus Segera Dilakukan

"Kita akan lakukan dengan langkah-langkah, dengan memperhatikan nilai ekonominya, harganya harus kompetitif. Sekarang kita lagi membuat perangkatnya," ungkapnya.

Menurutnya, impor LPG sudah berjalan dan saat ini pemerintah tengah mengkaji peningkatan volume. Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa peningkatan impor dari Amerika Serikat akan mengurangi ketergantungan pada negara lain, termasuk dari kawasan Timur Tengah dan Asia.

"Mengurangi dari negara lain, iya. Ya Timur Tengah lah, Timur Tengah dan Asia," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.