DPR: Perwira Muda Harus Cerdas Digital, Tangguh Moral, dan Siap Jaga Kedaulatan Bangsa

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto melantik 2.000 calon perwira TNI dan Polri di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Dalam prosesi tersebut, Kepala Negara secara langsung mengambil sumpah para calon perwira remaja (capaja) yang berasal dari empat matra akademi: Akmil, AAL, AAU, dan Akpol.
Menanggapi pelantikan ini, Anggota Komisi I DPR RI Junico Siahaan, menekankan pentingnya menjaga semangat juang dan jiwa ksatria yang telah dibentuk selama pendidikan.
Ia juga mendorong para perwira muda untuk mempertajam wawasan geopolitik dalam menghadapi tantangan global dan memperjuangkan perdamaian sebagai warga dunia.
“Bersiap menjadi penjaga kedaulatan dan keamanan, menyatu dengan rakyat,” ujar legislator yang akrab disapa Nico, Kamis (24/7/2025).
Nico menilai, tantangan pertahanan dan keamanan nasional kini semakin kompleks. Ancaman tidak hanya datang dalam bentuk konvensional, tetapi juga berupa serangan asimetris, siber, dan berbasis informasi.
Oleh karena itu, TNI dan Polri dituntut untuk terus mengedepankan profesionalisme berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan sosial.
“Perwira muda hari ini tak cukup hanya mahir secara taktis dan fisik. Mereka harus menjadi pemimpin masa depan yang memahami lanskap digital, geopolitik regional, dan mampu menavigasi perubahan global dengan kecermatan dan ketegasan,” tegasnya.
Baca Juga: Gerindra Buka Peluang Kerja Sama dengan PDIP di Pemerintahan Prabowo
Ia menambahkan, regenerasi kepemimpinan di tubuh TNI dan Polri harus diarahkan pada lahirnya figur-figur tangguh secara moral dan memiliki integritas tinggi.
“Sumpah perwira adalah janji setia terhadap konstitusi dan rakyat Indonesia. Jangan biarkan kekuasaan, pangkat, atau tekanan politik merusak kompas etika prajurit. Perwira bukan alat kekuasaan, melainkan penjaga martabat dan kedaulatan bangsa,” ujarnya.
Nico juga mendorong institusi TNI dan Polri untuk lebih terbuka terhadap inovasi dan pembaruan dari generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya membongkar sekat-sekat birokrasi lama yang tidak lagi relevan.
“TNI/Polri harus memberi panggung bagi perwira muda yang visioner, inklusif, dan mampu berkolaborasi lintas sektor,” ucapnya.
Menurutnya, pendekatan klasik tak lagi cukup dalam menghadapi ancaman zaman digital. Diperlukan integrasi antara teknologi, intelijen, dan diplomasi dalam strategi pertahanan dan keamanan nasional.
“Kita sedang berada di era di mana ancaman bisa muncul dari satu unggahan media sosial atau perangkat lunak berbahaya. Maka, jangan hanya mengandalkan kekuatan konvensional,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa Komisi I DPR RI akan terus mengawal agenda modernisasi pertahanan dan reformasi kelembagaan keamanan nasional, termasuk memastikan investasi pendidikan dan pengembangan SDM perwira muda selaras dengan tantangan abad ke-21.
“Jaga profesionalisme, kedepankan meritokrasi, dan jangan pernah berhenti belajar. Karena keamanan nasional bukan hanya soal senjata, tetapi juga kecerdasan menyambut masa depan,” pungkas Nico.
Baca Juga: Kumisnya Dianggap Jelek, Gustavo Franca: Ini Gaya Saya!
Sebelumnya, sebanyak 1.553 perwira muda TNI yang terdiri dari 827 lulusan Akmil, 433 lulusan AAL, dan 293 lulusan AAU, resmi mengemban tanggung jawab sebagai perwira pertama TNI. Mereka dilantik bersama 447 perwira muda lulusan Akpol.
Presiden juga menyematkan tanda pangkat kepada delapan perwira penerima Adhi Makayasa. Mereka adalah:
-
Akmil: Alim Bimo Pratowo (Wonogiri), Muh. Afridzal Muchlis (Makassar)
-
AAL: Menanda Putra Duta (Indragiri Hilir), Aryya Handaru (Bekasi)
-
AAU: Evan Basith Reswara dan Axel Fahreza Aditama (keduanya dari Sukoharjo)
-
Akpol: Muh. Malik Aditya K (Jember), Fathan Putra Rifitro (Jakarta)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










