Komitmen Prabowo terhadap Pemberantasan Korupsi Buka Jalan Menuju Indonesia Cerah

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, memiliki komitmen yang kuat dalam memberantas korupsi. Komitmen ini menjadi langkah krusial untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih maju dan cerah.
Sebab, Indonesia telah menghadapi tantangan serius dalam pemberantasan korupsi selama dua dekade terakhir. Hal ini terlihat dari banyaknya kasus korupsi yang ditangani oleh penegak hukum, terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Dari 2004 hingga 2024, KPK menangani sedikitnya 1.809 kasus korupsi yang melibatkan pejabat di berbagai tingkat pemerintahan. Itu belum termasuk ribuan kasus lain yang ditangani Kejaksaan dan Kepolisian," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Hariqo Satria, melalui keterangannya, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga: KPK Periksa Eks Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan
Hariqo mengatakan, sejumlah kasus besar yang berhasil diungkap dalam 9 bulan awal pemerintahan Prabowo, menandai babak baru dalam sejarah penegakan hukum di Tanah Air.
Dalam waktu kurang dari setahun, lebih dari 80 orang tersangka dari berbagai latar belakang, termasuk pejabat tinggi dan pengusaha besar, telah ditangkap. Bahkan, figur-figur yang selama ini dianggap kebal hukum kini diproses secara transparan.
Selain itu, pemerintah juga menempuh strategi pencegahan melalui berbagai inisiatif sistematis, seperti Penyusunan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), untuk meminimalkan manipulasi data sosial, dan perbaikan tata kelola birokrasi agar lebih transparan dan efisien.
Selai itu, melalui penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi digital, mendorong keterbukaan anggaran publik, serta erlindungan dan penghargaan bagi pelapor pelanggaran (whistleblower).
Presiden juga menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025,tentang efisiensi belanja negara, guna memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
Ikhtiar lainnya adalah menaikkan gaji hakim, terutama bagi hakim muda yang kenaikan gajinya hingga 280 persen. Langkah ini diyakini memperkuat integritas lembaga peradilan, dan mencegah potensi suap terhadap aparat hukum.
Baca Juga: KPK Periksa Dirut Indomarco Adi Prima Terkait Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Hariqo mengatakan, seluruh langkah pemberantasan korupsi selaras dengan Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo, yakni memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta memberantas korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan.
Tujuan utama dari semua ini, yaitu agar kekayaan bangsa Indonesia benar-benar dinikmati oleh seluruh rakyat, bukan hanya segelintir elite. "Dengan pemerintahan yang bersih dan transparan, Indonesia diyakini akan lebih cepat menuju cita-cita menjadi negara maju dan sejahtera," tutup Hariqo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo mengingatkan agar para pejabat pemerintah tidak coba-coba mempermainkan bahkan menipu bangsa sendiri. Sebaliknya, Prabowo mengajak seluruh pejabat untuk saling bebenah diri dan bersama-sama membangun Indonesia.
"Saya sekali lagi, mengimbau, mengajak mereka-mereka jangan menganggap negara ini tidak ada, jangan menganggap negara ini bisa dipermainkan, jangan menganggap NKRI bisa dibohongi, jangan menganggap NKRI bisa ditipu," kata Prabowo, dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Dirinya tak akan segan menyingkirkan orang-orang yang tidak setia pada NKRI dan tak patuh hukum. Dia berharap, nilai-nilai Pancasila tak cuma jadi slogan, tapi dihayati sehingga segala bentuk penyelewengan bisa berhenti.
"Jangan Pancasila menjadi mantra, jangan Pancasila menjadi slogan. Kekayaan bangsa Indonesia besar, kekayaan bangsa Indonesia harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia," ucap Prabowo.
"Semua penyelewengan semua kebocoran harus berhenti, semua pejabat yang tidak mampu melaksanakan tugas lebih baik mundur sebelum saya berhentikan," sambungnya.
Dia meyakini, Indonesia bisa tumbuh jadi bangsa yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan global jika bersih dari korupsi, manipulasi, dan penipuan. Apalagi, Indonesia adalah negara besar yang kaya. Oleh karena itu, ia juga menegaskan bahwa tak boleh lagi ada kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.
"Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia, mari kita bersatu," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









