Sekolah Rakyat Segera Diresmikan, Cak Imin: Langkah Memutus Rantai Kemiskinan

AKURAT.CO Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, membenarkan program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, akan diresmikan pada Juli 2025.
"Ya insyaallah Sekolah Rakyat akan diresmikan pada pertengahan bulan ini ya," kata pria yang akrab dipanggil Cak Imin usai rapat bersama Badan Anggaran DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025).
Dia menjelaskan, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan masyarakat Indonesia.
Baca Juga: 100 Sekolah Rakyat Siap Diluncurkan 14 Juli, Ada 9.700 Siswa dan 1.469 Guru
"Sebagai langkah yang amat strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan, dengan pendidikan asrama yang masyarakat anak-anak di desil 1 yang paling miskin ekstrem, 3 juta orang anak-anaknya harus bersekolah dengan fasilitas yang bagus," jelasnya.
Dia memastikan, peresmian Sekolah rakyat tidak akan diundur dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo.
Adapun, Sekolah Rakyat adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan akses, kualitas, dan pemerataan pendidikan dasar di Indonesia.
Program ini dirancang sebagai solusi untuk mengatasi kesenjangan pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).
Program ini dijalankan langsung oleh Kementerian Sosial dan dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan, dengan dukungan dari TNI dan pemerintah daerah.
Baca Juga: Sekolah CT Arsa Jadi Model Sekolah Rakyat Gagasan Presiden Prabowo
Sebelumnya, Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto, sudah siap diluncurkan pada 14 Juli 2025 mendatang.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, mengatakan pada tahap awal ini, akan ada 100 sekolah yang akan memulai proses pembelajaran dan menampung 9.700 siswa.
"Ya, jadi untuk 14 Juli yang akan datang akan dimulai proses pembelajaran di 100 titik. Diawali dengan matrikulasi, jadi nanti ada masa pengenalan, masa orientasi bagi guru, siswa untuk kemudian diharapkan setelah ada masa orientasi itu proses belajarnya bisa dimulai," kata Gus Ipul di Jakarta, dikutip Minggu (6/7/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








