Perang Iran-Israel: Indonesia Pulangkan 91 WNI dari Iran, 4 WNI dari Israel

AKURAT.CO Di tengah semakin panasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengonfirmasi bahwa proses evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah konflik telah berhasil dilakukan.
Total 97 orang telah dipulangkan melalui jalur darat, terdiri dari 91 WNI dari Iran dan 4 WNI dari Israel.
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Sabtu (21/6/2025), Kemenlu menyebutkan bahwa seluruh rombongan berhasil keluar dari Iran dengan menyeberangi perbatasan menuju Azerbaijan. Evakuasi menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 16 jam menuju ibu kota Baku.
Dari 97 orang yang berhasil dievakuasi, sebanyak 93 di antaranya adalah WNI, sementara sisanya terdiri dari tiga staf Kedutaan Besar Republik Indonesia dan satu warga negara asing yang merupakan pasangan sah dari WNI.
Kondisi di Iran dan Israel sendiri hingga saat ini masih diliputi ketegangan. Serangan rudal saling balas antara kedua negara tersebut terus berlangsung selama lebih dari seminggu, dengan dampak langsung tidak hanya dirasakan oleh warga lokal, tetapi juga komunitas internasional termasuk warga negara Indonesia yang tengah berada di wilayah tersebut.
Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menyiapkan berbagai skenario evakuasi dan terus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan warganya. Rute darat dipilih karena jalur udara dinilai terlalu berisiko akibat maraknya serangan misil dan pembatasan lalu lintas udara.
Menteri Luar Negeri RI dalam pernyataannya menegaskan bahwa pemerintah tetap siaga menghadapi perkembangan situasi di Timur Tengah. Selain itu, pemerintah juga menyatakan terus memantau keberadaan WNI lainnya di kawasan dan siap melakukan evakuasi tambahan jika dibutuhkan.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan bagian dari upaya kemanusiaan dan perlindungan warga negara yang menjadi prioritas Indonesia, sekaligus mencerminkan pentingnya peran diplomasi aktif dalam kondisi geopolitik yang bergejolak.
Konflik Iran-Israel yang terus membesar menjadi pengingat bahwa warga sipil, termasuk dari negara ketiga, selalu menjadi pihak yang paling rentan ketika perang tak lagi bisa dibendung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








