Akurat

Perbaikan Wisata dan Kerusakan Ekosistem Lingkungan Jadi Masalah Utama di Raja Ampat

Siti Nur Azzura | 8 Juni 2025, 15:54 WIB
Perbaikan Wisata dan Kerusakan Ekosistem Lingkungan Jadi Masalah Utama di Raja Ampat

AKURAT.CO Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, melakukan kunjungan kerja (kunker) reses ke tambang nikel di Raja Ampat, dan bertemu dengan banyak pihak untuk mendengar masukan dari mereka.

"Kunker diikuti oleh rombongan komisi VII yang ditugaskan ke sana pada pada 28 Mei - 2 Juni. Kami bertemu dengan gubernur dan aparat pemerintah daerah termasuk juga ada kelompok-kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Semua didengar dan diperhatikan sebagai bahan masukan," kata Saleh, Minggu (8/6/2025).

Dia menjelaskan, terdapat dua isu yang mengemuka, yaitu soal peningkatan kualitas Raja Ampat sebagai destinasi wisata, dan soal kerusakan ekosistem dan lingkungan akibat pertambangan yang ada. Kedua isu ini saling berhubungan antara satu dengan yang lain.

Baca Juga: Bahlil Pastikan Tambang di Raja Ampat Sesuai Aturan dan Jaga Lingkungan

"Kalau pertambangan dibiarkan merusak alam dan lingkungan, maka Raja Ampat sebagai destinasi wisata strategis akan terganggu. Karena itu, pemda dan masyarakat meminta agar alam dan lingkungan mereka tetap dijaga," jelas dia.

Untuk itu, pihaknya meminta pemerintah untuk segera mengevaluasi seluruh perusahaan pertambangan yang sedang beroperasi di sana. Perusahaan yang dinilai merusak harus segera dicabut izinnya.

Perusahaan-perusahaan tersebut harus membuat skema ketahanan lingkungan, sehingga tidak mengganggu masyarakat dan tidak boleh ada kerusakan lingkungan akibat pertambangan.

"Jangan sampai, perusahaannya dapat untung, lingkungan dan masyarakat di sekitarnya rusak. Alam dan lingkungan harus dijaga untuk masa depan anak-anak Papua," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.