Akurat

Timwas DPR Sidak Dapur Haji, Pastikan Makanan untuk Jemaah Terjamin Meski Anggaran Ditekan

Paskalis Rubedanto | 1 Juni 2025, 21:19 WIB
Timwas DPR Sidak Dapur Haji, Pastikan Makanan untuk Jemaah Terjamin Meski Anggaran Ditekan

AKURAT.CO Tim Pengawas Haji DPR RI melakukan inspeksi mendadak ke dapur United Partners Catering, yang menjadi penyedia konsumsi bagi 4.000 jemaah dari total 221.000 jemaah haji Indonesia tahun ini.

Dalam sidak tersebut, Timwas memastikan penurunan biaya perjalanan haji, termasuk biaya katering, tidak menurunkan kualitas makanan yang disajikan.

Anggota Timwas Haji DPR, Ansory Siregar, yang juga Wakil Ketua Komisi VIII DPR, menjelaskan, kualitas makanan yang disiapkan United Partners Catering terpantau baik dan layak dikonsumsi.

Baca Juga: Anggota DPD Ratu Tenny Temui Jemaah Haji Sumsel, Soroti Kendala Transportasi hingga Kartu Nusuk

Dia bahkan ikut mencicipi langsung menu makanan tersebut.

"Rasanya bagus, cita rasa Indonesia-nya terasa. Kita kasih nilai top. Nasinya fresh, ikan dan lauknya lumayan, bahkan terasa seperti makanan hotel," ungkapnya, usai sidak di lokasi katering di Kota Suci Makkah, Minggu (1/6/2025).

Lebih lanjut, Ansory juga menyoroti pentingnya aspek pengemasan dan kebersihan makanan.

Baca Juga: FKBI Siap Dampingi Korban Calon Jemaah Haji Furoda ke Pengadilan

"Kita nilai dari gizinya, packing-nya sampai kebersihannya. Dan alhamdulillah ini salah satu yang sangat baik. Semua indikator itu kami cek," katanya.

Meski biaya perjalanan haji tahun ini turun, termasuk dalam komponen konsumsi, Timwas menilai kualitas makanan tetap terjaga.

Ansory menyebut bahwa biaya per porsi makanan tahun ini turun sekitar Rp4.000 sampai Rp5.000 dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Efisiensi dan Diplomasi Indonesia-Arab Saudi Jadi Kunci Turunnya Biaya Haji 2025

"Tahun lalu biaya makan per porsi sekitar Rp18 ribu sampai Rp19 ribu, sekarang sekitar Rp15 ribu. Tapi meskipun turun, kualitas makanannya tidak ikut turun. Ini penting untuk menjawab kekhawatiran jemaah," jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya konsistensi pelayanan katering.

Timwas berencana mengecek langsung ke hotel tempat jemaah menginap guna memastikan makanan yang diterima sama seperti yang disajikan saat sidak.

Baca Juga: Biaya Haji 2025 Turun, DPR Pastikan Pelayanan Tak Ada yang Berkurang

"Kita ingin pastikan yang dikirim ke jemaah itu persis sama seperti yang kita cicipi. Kalau berbeda, berarti ada yang tidak beres dan itu harus ditindak," tegas Ansory.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan BPKH telah menyiapkan sejumlah langkah menjaga kualitas konsumsi jemaah.

Sebanyak 2,4 juta porsi makanan disiapkan oleh anak usaha BPKH dan 475 ton bumbu khas Nusantara juga didatangkan untuk menjamin keaslian rasa masakan Indonesia.

Baca Juga: Masih Banyak Masalah, Komite III DPD Minta Kemenag Perbaiki Kinerja Syarikah Haji

Tim monitoring dari BPJPH juga aktif mengawasi kehalalan dan keamanan makanan dari hulu ke hilir.

Dengan berbagai upaya tersebut, Timwas DPR menilai penyelenggaraan katering tahun ini cukup memuaskan dan tetap memenuhi standar pelayanan meski anggaran mengalami efisiensi.

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.