Akurat

Pemerintah Susun Ulang Sejarah Indonesia, Akan Hadir dalam Sepuluh Bab Besar

Yusuf | 20 Mei 2025, 09:04 WIB
Pemerintah Susun Ulang Sejarah Indonesia, Akan Hadir dalam Sepuluh Bab Besar

AKURAT.CO Pemerintah tengah menyusun kembali narasi sejarah Indonesia dalam bentuk yang lebih komprehensif dan kontekstual. Proses ini ditangani oleh tim ahli sejarah di bawah koordinasi Prof. Susanto Zuhdi.

Meski judul tiap bab masih bersifat tentatif, kerangka tema besar dalam sepuluh bab tersebut sudah ditetapkan dan dirancang untuk mencerminkan dinamika sejarah Indonesia dari masa paling awal hingga era kontemporer.

Menurut Susanto, tiap bab akan merepresentasikan fase penting dalam perjalanan bangsa. Dimulai dari peradaban awal Nusantara, masa pertemuan budaya dengan India, penyebaran pengaruh Islam dari Timur Tengah, hingga era kedatangan bangsa-bangsa Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda (VOC), dan Inggris (EIC).

Baca Juga: Bagaimana Kesesuaian Bhineka Tunggal Ika dengan Nilai Pancasila? Ini Makna, Sejarah, dan Implementasinya dalam Kehidupan

Setelah itu, narasi akan berlanjut ke periode kolonial Hindia-Belanda, kebangkitan nasionalisme, penjajahan Jepang, dan perjuangan kemerdekaan yang berlangsung hingga pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 1949.

Perjalanan sejarah kemudian memasuki masa demokrasi parlementer yang penuh gejolak, era demokrasi terpimpin, pemerintahan Orde Baru, hingga masa reformasi yang dimulai pada 1998 dan berlanjut ke masa pemerintahan saat ini.

"Secara garis besar, buku ini akan menyoroti tonggak-tonggak penting dalam sejarah Indonesia, lengkap dengan naik turunnya perjalanan bangsa," ujar Susanto, dikutip Selasa (20/5/2025).

Sementara itu, Prof. Singgih Tri Sulistiyono, salah satu editor utama proyek ini, turut menjelaskan bahwa tim penulis berupaya menghindari istilah 'prasejarah' yang lazim digunakan selama ini. Menurutnya, istilah tersebut memberi kesan bahwa masa sebelum ditemukannya tulisan dianggap lebih rendah.

Padahal, masyarakat pada masa itu telah memiliki kecakapan luar biasa, termasuk kemampuan berlayar dari Formosa ke kawasan Nusantara dan Pasifik. Maka dari itu, bab pertama akan diberi nama yang lebih menghargai capaian kebudayaan awal tersebut.

Adapun struktur sepuluh bab yang dirancang dalam penulisan ulang ini adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Jepang Menyerah kepada Sekutu pada Tanggal Berapa? Inilah Sejarah yang Mengubah Dunia Modern yang Melahirkan Indonesia

1. Awal Peradaban Nusantara – menggantikan istilah 'prasejarah' dengan pendekatan yang lebih menghargai pencapaian manusia masa itu.

2. Interaksi Budaya dengan India – membahas pengaruh Hindu-Buddha yang tidak bersifat pasif, melainkan diadaptasi secara kreatif oleh masyarakat lokal.

3. Interaksi Budaya dengan Dunia Islam – menyoroti masuknya pengaruh Timur Tengah dan bagaimana masyarakat Indonesia menyerap budaya Islam tanpa menirunya secara utuh.

4. Kedatangan Bangsa-Bangsa Eropa – mencakup perjumpaan dengan VOC, Inggris, Portugis, dan Spanyol.

5. Kolonialisme dan Perlawanan Rakyat – menggambarkan berbagai bentuk perjuangan melawan penjajahan.

6. Lahirnya Nasionalisme Indonesia – memuat tumbuhnya kesadaran kebangsaan di awal abad ke-20.

7. Perang Kemerdekaan – mengulas perjuangan pasca-proklamasi hingga kedaulatan 1949.

8. Era Demokrasi Liberal – menggambarkan dinamika politik 1950-an, termasuk pemberontakan daerah seperti PRRI/Permesta, yang akan ditulis berdasarkan temuan fakta terbaru.

9. Masa Orde Baru – menjelaskan kekuasaan militer dan pembangunan ekonomi selama pemerintahan Soeharto.

10. Reformasi dan Indonesia Kontemporer – meliputi perubahan besar sejak 1998 hingga era Presiden Jokowi.

Baca Juga: Mengapa Berita Proklamasi Kemerdekaan Harus Disebarluaskan ke Seluruh Dunia Bahkan di Indonesia Itu Sendiri? Inilah Penjelasan Sejarah yang Akurat

Hingga saat ini, dokumen resmi rancangan sepuluh bab tersebut belum dibagikan ke publik maupun ke DPR Komisi X. Upaya mendapatkan salinan draf dari Susanto maupun Singgih juga belum membuahkan hasil.

Proyek besar ini rencananya akan melibatkan lebih dari 100 sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa hasil akhir penulisan ulang sejarah nasional ini ditargetkan rampung dan diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
S