Akurat

Menko PMK: Bangkit di Era Digital Butuh Semangat Cerdas dan Bijak Ber-AI

Ahada Ramadhana | 19 Mei 2025, 15:17 WIB
Menko PMK: Bangkit di Era Digital Butuh Semangat Cerdas dan Bijak Ber-AI

AKURAT.CO Semangat Kebangkitan Nasional yang lahir sejak berdirinya Budi Utomo bukan sekadar sejarah, tetapi sebuah tonggak kesadaran kolektif bangsa untuk bangkit melalui pendidikan, persatuan, dan kebudayaan.

Kini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan, semangat itu perlu ditransformasikan ke dalam konteks era digital.

"Dulu, di masa kolonial, tidak ada institusi pendidikan selain yang dibentuk oleh pemerintah kolonial. Tapi para pendiri bangsa memanfaatkannya secara kritis untuk bangkit. Itu semangat awal kebangkitan," ujar Pratikno saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Senin (19/5/2025).

Menurutnya, kebangkitan nasional masa kini harus berarti memanfaatkan semua sumber daya, terutama teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), untuk kemajuan bangsa.

“Kebangkitan adalah soal menggunakan apa yang tersedia, dan hari ini digitalisasi adalah tangga baru kita untuk bangkit,” tegasnya.

Ia pun memperkenalkan gagasan "CabAI"–Cerdas dan Bijak Ber-AI–sebagai kampanye baru untuk mendorong masyarakat memanfaatkan teknologi dengan pemahaman yang kritis dan tanggung jawab moral.

Baca Juga: PIK Jadi Epicentrum Baru Lifestyle Jakarta, Bukan Sekadar Gantikan Jaksel atau Jakpus

“Digital adalah alat kemajuan, tapi tanpa sikap bijak, ia bisa menjerumuskan. Kita harus sadar, berpikir kritis, dan membangun kesadaran kolektif agar AI tidak menjadi jebakan, tapi tangga kemajuan,” jelasnya.

Pratikno juga mengutip pemikiran ekonom Korea Selatan, Ha Joon Chang dalam bukunya Kicking Away the Ladder, yang menginspirasi bahwa setiap negara berkembang harus menemukan jalannya sendiri untuk naik kelas.

“Tangga yang dipakai negara maju bisa jadi sudah tak relevan untuk kita. Kita perlu tangga baru yang sesuai dengan konteks kita,” ucapnya.

Dalam acara Senin Bersinergi spesial Hari Kebangkitan Nasional bertema “Bangkit, Berkarya, Berdaya di Era Digital”, Pratikno mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai gerakan kolektif menuju Indonesia yang lebih cerdas dan inklusif.

Turut hadir dalam acara tersebut, dua sosok inspiratif yang membagikan kisah nyata kebangkitan di era digital.

Kurie Kurniasih Suditomo, pendiri Kelas Coding Anak dan CodingCamp.id, berbagi pengalaman memperkenalkan literasi digital sejak dini dengan pendekatan kreatif.

“Coding tidak hanya soal teknis, tapi membentuk logika, imajinasi, dan cara berpikir kritis anak sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Achmad Budi Santoso, ASN penyandang disabilitas yang kini menjabat Perencana Ahli Muda di Kemenko PMK, membagikan perjalanan hidupnya menembus batas keterbatasan.

Ia berhasil menamatkan pendidikan S2 dan menjadi ASN, membuktikan bahwa semangat kebangkitan bukan milik kelompok tertentu, tapi milik semua yang berjuang.

Baca Juga: Vaksin Bill Gates Aman

“Bangkit adalah tentang ketekunan, keyakinan, dan kerja keras. Tidak ada keterbatasan yang bisa menghalangi jika kita mau terus melangkah,” ujarnya penuh semangat.

Melalui acara ini, semangat kebangkitan diharapkan tak hanya jadi slogan tahunan, tapi benar-benar hidup dalam tindakan—khususnya di era digital yang serba cepat, kompetitif, dan menuntut adaptasi tinggi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.