Menkes: Setiap 4 menit, Satu Orang Meninggal karena TBC

AKURAT.CO Setiap tahunnya, Tuberkulosis (TBC) masih menyebabkan lebih dari satu juta kematian secara global. Hal ini setara dengan dua orang meninggal setiap satu menit akibat TBC.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengatakan di Indonesia sendiri estimasinya ada satu juta orang yang baru tertular setiap tahun, dan 125 ribu di antaranya meninggal dunia.
"Artinya, setiap empat menit ada satu warga Indonesia meninggal karena TBC," kata dia, dikutip Sabtu (10/5/2025).
Dia mengatakan, bahwa TBC merupakan penyakit yang bisa disembuhkan karena obatnya tersedia. Namun, karena penularannya melalui saluran pernapasan seperti COVID-19, pasien yang tidak segera terdeteksi bisa terus menularkan ke orang lain.
Baca Juga: Menkes Tegaskan Indonesia Bukan Kelinci Percobaan dalam Uji Vaksin TBC
Untuk itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah penyaluran lebih lanjut. Budi pun memberikan tiga pesan kepada para kader kesehatan.
Pertama, menemukan seluruh pasien TBC di masyarakat. Tahun ini, pemerintah menargetkan satu juta kasus TBC bisa ditemukan. "Saat ini sudah 800 ribuan (kasus ditemukan). Kader harus bantu temukan sisanya," ujarnya.
Kedua, pasien yang telah terdeteksi harus segera diberikan pengobatan. "Jangan ditunda. Jangan dirujuk ke rumah sakit, langsung diberi obat. Ini penting agar mereka tidak menularkan ke orang lain," jelasnya.
Ketiga, dia mengingatkan pentingnya pengawasan selama masa pengobatan. Pasien TBC memerlukan waktu berbulan-bulan untuk sembuh, dan jika pengobatan dihentikan di tengah jalan, pasien bisa menjadi resisten terhadap obat.
"Kalau resisten, pengobatannya lebih susah dan lebih mahal," tambahnya.
Budi berharap, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta, dapat memastikan ketiga tugas ini berjalan baik. Dengan begitu, Jakarta bisa menjadi wilayah pertama yang terbebas dari TBC secara total.
Senada dengan Menkes, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Hasan Hasbi, menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat fokus pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates Sudah Berjalan, Bisa Digunakan Masyarakat pada 2026
"Jangan sampai usianya emas, tapi generasinya tidak. Maka kita harus pastikan generasi kita sehat, bebas dari penyakit seperti TBC," katanya.
Hasbi juga menyebut tiga prioritas kesehatan yang menjadi fokus nasional, yakni cek kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit, dan pemberantasan TBC.
"Ini program Presiden. Tapi tidak bisa jalan tanpa dukungan semua pihak dari RT, RW, Puskesmas, sampai masyarakat luas," katanya.
Selain itu, sinergi antara pusat dan daerah juga penting. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Ahmad Riza Patria, mengatakan pihaknya telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp400 juta hingga Rp1 miliar per desa, yang sebagian bisa digunakan untuk penanggulangan masalah kesehatan termasuk TBC dan stunting.
Dia mendorong pemerintah kelurahan, untuk mengusulkan program serupa bila belum tersedia anggaran. "Mulai hari ini, kita harus pastikan tidak ada lagi TBC di Jakarta. Ini kerja bersama semua elemen," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









