Akurat

Bersama Buruh, DPR Siapkan Langkah Konkret Hadapi Ancaman PHK

Ahada Ramadhana | 30 April 2025, 19:45 WIB
Bersama Buruh, DPR Siapkan Langkah Konkret Hadapi Ancaman PHK

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengadakan audiensi dan silaturahmi bersama Federasi Serikat Pekerja/Serikat Buruh di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Rabu (30/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Dasco menyampaikan, pemerintah dan serikat buruh sepakat untuk membangun kebersamaan dalam mencari solusi bagi bangsa, khususnya menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin berat.

“Kita harus kompak dan optimis. Saat ini, kita memiliki pimpinan negara yang sangat aspiratif dan memperhatikan aspirasi teman-teman pekerja,” ujarnya.

Dasco menuturkan, DPR fokus memberikan masukan kepada pemerintah, termasuk berdiskusi dengan pimpinan serikat pekerja untuk membentuk satuan tugas (Satgas) mitigasi pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan atau pabrik.

“Kami terus mematangkan rencana ini. Diharapkan, satgas ini dapat meminimalisir dampak buruk terhadap situasi ketenagakerjaan saat ini,” tambahnya.

Baca Juga: Ribuan Pelari Siap Pecahkan Rekor MURI di PIK Nite Run 2025

Selain itu, Dasco menekankan pentingnya kenaikan upah pekerja untuk meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara lebih progresif.

“Presiden juga menyampaikan, menaikkan upah pekerja akan mendongkrak daya beli masyarakat. Kita berharap, kenaikan upah ini bisa bertahap hingga mencapai 10 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada pekerja dan buruh sebagai pilar penting perekonomian bangsa.

“Bagi Presiden Prabowo, tidak ada ekonomi yang berkembang tanpa pekerja. Oleh karena itu, perlu kerjasama erat antara pemerintah, dunia usaha, industri, dan para buruh dengan tetap mengedepankan kerangka dan mekanisme yang berlaku,” katanya.

Ia menekankan pentingnya prinsip keadilan dalam hubungan industrial.

“Maju bersama, sejahtera bersama, mencari keuntungan bersama. Jangan ada satu pihak yang lebih diuntungkan dibanding pihak lain. Semua bisa didiskusikan jika ada yang dirasa belum tepat,” pungkasnya.

Baca Juga: Dasco: Rencana Gubernur Jabar Kirim Pelajar Bermasalah ke Barak Militer Perlu Dikaji Matang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.