Akurat

IKA UII Kukuhkan Kepengurusan Baru, Serukan Peran Alumni Jadi Lentera Bangsa

Oktaviani | 25 April 2025, 18:20 WIB
IKA UII Kukuhkan Kepengurusan Baru, Serukan Peran Alumni Jadi Lentera Bangsa

AKURAT.CO Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) resmi melantik pengurus pusat periode 2025–2030 dalam acara bertajuk Pelantikan, Halal Bihalal dan Rakernas yang digelar di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (25/4/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Mahfud MD, menandai momentum penting dalam perjalanan organisasi alumni dari salah satu kampus tertua berbasis Islam di Indonesia.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah manifestasi komitmen luhur kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pendiri UII melalui wadah IKA UII,” ujar Ketua Umum DPP IKA UII, Ari Yusuf Amir, dalam pidato sambutannya.

Ari mengingatkan, UII bukan sekadar kampus, tapi bagian dari sejarah lahirnya republik ini.

Didirikan sebelum kemerdekaan pada 8 Juli 1945 oleh para tokoh bangsa seperti Moh. Hatta, KH Wahid Hasyim, Moh Roem, Moh Natsir, dan KH Abdul Kahar Muzakkir, UII adalah simbol integrasi antara keislaman dan kebangsaan.

“Para pendiri UII tak hanya membangun lembaga pendidikan, mereka membangun fondasi peradaban bangsa,” tegas Ari.

Baca Juga: Organisasi Perempuan Aisyiyah Latih Kader Pendamping Makan Bergizi Balita di Wilayah Rawan Stunting

Bukti peran UII dalam sejarah bangsa juga terlihat dari lahirnya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1947, yang didirikan Lafran Pane, mahasiswa Sekolah Tinggi Islam (nama awal UII).

Menurut Ari, sejak awal UII telah menjadi ladang subur tumbuhnya gerakan intelektual Islam yang visioner dan peduli pada nasib umat dan bangsa.

“Dalam situasi bangsa dan dunia yang tengah dilanda krisis multidimensi, saatnya alumni UII hadir dengan gagasan, keteladanan, dan aksi nyata,” serunya.

“Kita tidak boleh hanya jadi penonton di pinggir sejarah. Kita harus menjadi pemantik harapan dan agen perubahan.”

Ari menekankan bahwa alumni UII memiliki bekal intelektual, spiritual, dan moral yang kuat—karakter yang sudah terbukti dalam sosok-sosok seperti Lafran Pane, Artidjo Alkostar, Mahfud MD, Busyro Muqoddas, Suparman Marzuki, hingga Syarifuddin.

“Dimanapun mereka berada, mereka hadir untuk memperbaiki, bukan menguasai. Ilmunya untuk melayani, bukan untuk membungkam kebenaran,” katanya.

Saat ini, UII memiliki lebih dari 130.000 alumni yang tersebar di berbagai profesi dan wilayah—di seluruh penjuru Indonesia bahkan hingga ke luar negeri.

“Jumlah ini bukan sekadar angka, melainkan kekuatan kolektif yang luar biasa jika dikelola secara profesional,” ujar Ari.

Hingga kini, IKA UII telah memiliki 34 DPW di tingkat provinsi, 80 DPD di tingkat kabupaten/kota, 17 IKA Prodi, serta perwakilan luar negeri yang sudah terbentuk di Australia.

Ari menegaskan komitmennya memperluas jaringan hingga mencakup seluruh Indonesia dan berbagai negara lain.

Di bawah kepemimpinan barunya, IKA UII akan terus menggulirkan program-program strategis seperti forum intelektual, bantuan bencana, hingga beasiswa S1, S2, dan S3 bagi alumni.

“Kita punya visi yang jelas: menjadi pusat pemberdayaan alumni dengan memanifestasikan ilmu amaliah dan amal ilmiah, berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan,” pungkasnya.

Pelantikan ini bukan sekadar awal dari periode baru, melainkan tonggak kebangkitan alumni UII sebagai pelita umat, pemikul amanah sejarah, dan penggerak perubahan untuk Indonesia yang lebih bermartabat.

Baca Juga: Jadwal BRI Liga 1 2025: Link Live Streaming PSM Makassar vs Bali United Hari Ini 25 April, Klik Link Mudah Diakses di Sini!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.