Akurat

21 April Memperingati Hari Apa? Hari Kartini, Simbol Perjuangan dan Harapan Perempuan Indonesia

Arief Rachman | 20 April 2025, 19:21 WIB
21 April Memperingati Hari Apa? Hari Kartini, Simbol Perjuangan dan Harapan Perempuan Indonesia

AKURAT.CO 21 April memperingati hari apa? Ternyata 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, sebuah momen penting untuk mengenang dan menghidupkan kembali semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini—sosok pelopor kesetaraan gender di Indonesia.

Ternyata masih banyak yang belum tahu, 21 April memperingati hari apa? Peringatan Hari Kartini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan panggilan untuk merefleksikan perjuangan panjang perempuan dalam meraih hak-haknya, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam setiap tanggal 21 April, memperingati Hari Kartini berarti mengangkat kembali suara-suara perempuan yang pernah dibungkam oleh tradisi patriarki.

Kartini hadir sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial yang dialami perempuan, dan hingga kini, nilai-nilai perjuangannya tetap relevan di tengah dinamika zaman.

Lebih dari sekadar mengenang sosok pahlawan nasional, 21 April memperingati Hari Kartini adalah ajakan untuk melanjutkan warisan semangat perubahan.

Kartini mengajarkan bahwa pendidikan dan keberanian berpikir kritis adalah kunci menuju kemerdekaan batin dan kesetaraan.

Dari Jepara untuk Indonesia: Jejak Hidup Kartini

Baca Juga: BRI Liga 1: Link Live Streaming Persebaya vs Madura United Hari Ini 20 April, Pertandingan Sengit Derbi Suramadu

Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah. Lahir dari keluarga bangsawan Jawa, Kartini memperoleh akses pendidikan yang langka bagi perempuan kala itu.

Ia menimba ilmu di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah dasar bergaya Eropa, yang membentuk dasar pemikirannya yang progresif.

Namun, setelah lulus, ia harus menjalani masa pingitan sesuai adat, membatasi ruang geraknya sebagai perempuan. Tapi semangat Kartini tidak terkungkung.

Ia mengubah keterbatasan menjadi ruang refleksi, membaca buku, dan menulis gagasan-gagasan cemerlang tentang nasib kaumnya.

Melalui surat-surat yang dikirim ke sahabatnya di Belanda, Kartini menuangkan keresahan dan impiannya akan dunia yang lebih adil bagi perempuan.

Gagasan ini kelak dirangkum dalam buku legendaris Habis Gelap Terbitlah Terang yang terbit pada 1911, menjadi manifestasi awal gerakan emansipasi di Indonesia.

Warisan Kartini dan Relevansi Hari Ini

Perjalanan hidup Kartini berakhir di usia 25 tahun, usai melahirkan anak pertamanya. Namun, warisan perjuangannya terus hidup.

Ia sempat mendirikan sekolah untuk anak perempuan di Rembang, membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil yang penuh tekad.

Peringatan Hari Kartini menjadi simbol penting bahwa perempuan Indonesia berhak memperoleh ruang yang sama dengan laki-laki—baik dalam pendidikan, dunia kerja, maupun ranah sosial.

Ini adalah pengingat bahwa perjuangan Kartini belum selesai, dan tongkat estafetnya kini berada di tangan generasi masa kini.

Raden Ajeng Kartini bukan hanya pahlawan sejarah, tapi juga ikon perubahan. Lewat semangatnya, kita diingatkan bahwa suara perempuan adalah kekuatan.

Maka, 21 April memperingati Hari Kartini seharusnya menjadi panggilan bagi setiap perempuan Indonesia untuk terus melangkah, bermimpi, dan mewujudkan harapan tanpa batas.

Baca Juga: Sejumlah Tokoh Ikut Tenangkan Bahwa Dana Nasabah Bank DKI Aman dan Mengimbau Jangan Kosongkan Rekening

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.