Akurat

Punya Potensi Besar, Pariwisata Indonesia Diharapkan Masuk Program Prioritas Pemerintah

Ahada Ramadhana | 10 April 2025, 14:48 WIB
Punya Potensi Besar, Pariwisata Indonesia Diharapkan Masuk Program Prioritas Pemerintah

AKURAT.CO Sektor Pariwisata Indonesia, memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan dan bisa menjadi sumber ekonomi yang kuat untuk negara. Sayangnya, sektor ini belum masuk ke dalam program prioritas pemerintah.

Untuk itu, ekosistem pariwisata dan stakeholder terkait dapat bahu membahu meningkatkan potensi pariwisata lebih sistematik dan lebih relevan. Sehingga, bisa masuk ke program prioritas.

"Ini adalah panggilan untuk kita semua yang berada di ekosistem pariwisata, para perancang strategi, akademisi, pelaku industri, pekerja, komunitas, penggiat, umkm dan seluruh stakeholder untuk lebih berani mengkomunikasikan bukti dan potensi pariwisata secara lebih sistemik dan relevan dengan agenda besar Presiden," kata Founder Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) sekaligus Pakar Strategi Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Pariwisata Jadi Peluang Besar Penggerak Ekonomi di Tengah Kebijakan AS

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Pada 2019, sektor ini menyumbang sekitar 12,7 juta lapangan kerja, atau sekitar 10 persen dari total angkatan kerja nasional. Bahkan menurut data Kemenparekraf, pada tahun 2023 jumlah tenaga kerja di sektor ini kembali naik mendekati angka 14 juta lapangan kerja.

"Hal ini mencerminkan pemulihan yang cepat dan kapasitas penyerapan kerja yang luar biasa besar. Dan hampir 40 juta masyarakat Indonesia bergantung dari sektor ini," ujarnya.

Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki manfaat pembangunan dalam pengentasan kemiskinan secara langsung. Pariwisata merupakan katalisator sebagai ekonomi desa, penggerak UMKM, dan penyerapan tenaga kerja muda dan perempuan, serta pintu masuknya investasi hijau.

Baca Juga: Pariwisata Bisa Jadi Alat Pertahanan Ekonomi Nasional Hadapi Kebijakan Trump

"Dalam konteks hilirisasi ala BPI Danantara, pariwisata bahkan bisa dimasukkan dalam agenda hilirisasi jasa yang memperkuat nilai tambah budaya dan sumber daya lokal," jelasnya.

Dia menegaskan, bahwa Presiden Prabowo menyatakan lapangan kerja tidak boleh hanya terkonsentrasi di kota besar. Presiden juga mendorong lulusan perguruan tinggi untuk kembali ke desa, menjadi motivator, guru, pembina masyarakat.

"Ini adalah misi yang sangat sejiwa dengan semangat pembangunan pariwisata berbasis komunitas. Di banyak desa wisata yang saya dampingi, anak muda lulusan kampus kini kembali ke kampung dan menjadi manajer homestay, pemandu wisata, pengembang produk lokal, bahkan CEO start-up pariwisata berbasis digital," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.