Akurat

Di Sidang Parlemen Internasional, BKSAP DPR Perjuangkan Resolusi Palestina dan Myanmar

Ahada Ramadhana | 6 April 2025, 18:17 WIB
Di Sidang Parlemen Internasional, BKSAP DPR Perjuangkan Resolusi Palestina dan Myanmar

AKURAT.CO Dalam forum internasional pertemuan grup geopolitik dalam Sidang ke-150 organisasi parlemen dunia IPU (Inter Parliamentary Union), Indonesia mengusulkan dan memperjuangkan resolusi terkait Palestina dan Myanmar.

"Isu Palestina dan Myanmar menjadi dua isu utama yang masuk dalam fokus pembahasan dalam sidang yang dihadiri oleh perwakilan parlemen dari seluruh dunia tersebut. Sedangkan rangkaian pertemuan grup geopolitik menjadi agenda pembuka Sidang ke-150 tersebut," kata Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, dalam keterangannya, Minggu (6/4/2025).
 
Mardani mengatakan, isu Palestina dengan tema resolusi 'the role of parliaments in advancing a two-State solution in Palestine', akan dibahas dalam rapat komisi perdamaian dan keamanan internasional.

Baca Juga: Agresi Brutal Israel di Gaza Tewaskan 60 Warga Palestina dalam 24 Jam, Korban Terus Bertambah

Sementara isu Myanmar dengan tema resolusi 'Parliamentary diplomacy to promote peace and address the humanitarian crisis in Myanmar', akan menjadi Resolusi Darurat yang diusulkan oleh negara-negara anggota grup geopolitik ASEAN+3 yaitu Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, serta Filipina. 
 
"Resolusi darurat ini juga mendapatkan dukungan dari Kanada melalui grup geopolitik, Asia Pacific Group. Kedua resolusi tersebut akan diperdebatkan secara substantif oleh para delegasi yang hadir di Tashkent," ujarnya.
 
Menurutnya, baik isu Palestina maupun Myanmar keduanya merupakan prioritas dalam politik luar negeri Indonesia. Sehingga, sebuah kewajiban bagi DPR RI untuk memperjuangkan kedua isu tersebut melalui panggung diplomasi parlemen internasional. 
 
"Kekerasan dan pembunuhan warga sipil, baik di Palestina maupun di Myanmar tetap berlangsung hingga kini. Israel terus membombardir Gaza dan tidak mengindahkan gencatan senjata yang telah disepakati, sementara junta militer Myanmar tetap membombardir pemukiman warga sipil bahkan setelah terjadi gempa. Sebagai anggota parlemen, tentunya kita harus memperjuangkan kedua isu penting ini," tegasnya.

Baca Juga: WHO Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Petugas Medis Palestina di Gaza

Sebelumnya, pasukan penjajah Israel terus melakukan pembantaian terhadap keluarga-keluarga di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, yang menewaskan sedikitnya 60 warga Palestina dan melukai 162 lainnya, menurut laporan medis.

Disebutkan bahwa jumlah warga Palestina yang meninggal akibat agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 bertambah menjadi 50.669 orang, dengan penambahan 115.225 korban luka. Mayoritas dari mereka adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Hadir dalam pertemuan grup geopolitik ASEAN+3 dan Asia Pacific Group Delegasi DPR RI dalam Sidang Umum IPU ke-150 dipimpin oleh Ketua BKSAP Mardani Ali Sera dan jajaran. Wakil Ketua BKSAP yakni Irine Yusiana Roba Putri dari Fraksi PDI-P serta Bramantyo Suwondo dari Fraksi Demokrat, serta anggota delegasi yaitu Diah Pikatan dari Fraksi PDI-P, Fathi dari Fraksi Demokrat dan Andi Muawiyah Ramli dari Fraksi PKB. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.