Akurat

Puncak Arus Balik Dimulai, ASDP Ingatkan Pemudik Jangan Beli Tiket Lewat Calo

Siti Nur Azzura | 6 April 2025, 00:33 WIB
Puncak Arus Balik Dimulai, ASDP Ingatkan Pemudik Jangan Beli Tiket Lewat Calo

AKURAT.CO Puncak arus balik mudik Lebaran 2025 diprediksi dimulai sejak malam ini, terutama pemudik dari Sumatera menuju Jawa yang akan menggunakan jalur laut untuk menyeberang pulau.

Mengenai hal ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau para pemudik yang akan kembali ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni agar berhati-hati dalam membeli tiket.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan para pemudik harus membeli tiket di area resmi dari ASDP, dan tidak bertiket melalui calo.

"Kami tidak pernah bosan mengingatkan agar masyarakat membeli tiket hanya melalui aplikasi Ferizy atau agen resmi. Jangan membeli tiket di pelabuhan apalagi lewat calo," kata Heru dalam keterangannya, dikutip Sabtu (5/4/2025).

Baca Juga: CFD Jakarta Ditiadakan Minggu Ini, Fokus Pengamanan Arus Balik Lebaran

Heru juga mengungkap, arus balik dari Sumatera ke Jawa masih menunjukkan tren peningkatan. Sejak H-10 hingga H+2, total 596.493 penumpang dan 128.575 unit kendaraan telah menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu menuju Merak.

Sementara itu, dari arah sebaliknya (Jawa ke Sumatera), tercatat sebanyak 1.016.758 penumpang dan 256.698 unit kendaraan menyeberang melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

ASDP terus mengedukasi pengguna jasa agar tidak membeli tiket dari calo, yang kerap menjual tiket di atas harga resmi dan bahkan berpotensi merugikan penumpang karena tiket tidak valid.

Untuk mencegah praktik tersebut, ASDP telah meningkatkan patroli di pelabuhan dan menerapkan sistem geofencing, sehingga pembelian tiket hanya bisa dilakukan di area resmi melalui Ferizy. 

Penyaringan ketat juga diterapkan di pintu masuk pelabuhan agar hanya penumpang bertiket resmi yang dapat mengakses area keberangkatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.