Akurat

Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan BRICS Perluas Pasar Ekspor

Paskalis Rubedanto | 5 April 2025, 18:50 WIB
Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan BRICS Perluas Pasar Ekspor

AKURAT.CO Kebijakan tarif impor baru dari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dipercaya akan mempengaruhi neraca ekspor Indonesia. Mengingat, AS merupakan pasar produk elektronik, textil dan produk textile, alas kaki dan CPO.

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, menekankan pentingnya penguatan Diplomasi Perdagangan atau Trade Diplomacy, untuk mencegah dampak negatif bagi ekonomi Indonesia.

"Kita harus proaktif dalam Trade Diplomacy untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS sebagai bagian dari upaya menurunkan tarif. Jangan sampai industri dalam negeri kita terdampak lebih dalam lagi," kata Eddy dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).

Baca Juga: Buntut Tarif Trump, JP Morgan Makin Yakin dengan Kemungkinan Resesi Global

Dia juga menyoroti, gugurnya sejumlah pabik tekstil seperti Sritex, produsen sepatu olah raga serta elektronik merupakan pil pahit yang harus dicegah ke depannya.

"Oleh karena itu menjalin dialog perdagangan secara dini merupakan upaya untuk mendapatkan pengecualian tarif atas sejumlah produk ekspor andalan Indonesia," tegasnya.

Eddy juga menegaskan, pentingnya memperluas pasar ekspor sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

"Di awal pemerintahan, Presiden Prabowo sudah bergerak cepat dengan bergabung dan menjadi anggota tetap BRICS. Sekarang saatnya memanfaatkan status sebagai Anggota Tetap BRICS untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara emerging economy," tutur dia.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh kehilangan momentum untuk terus menumbuhkan kegiatan ekspornya agar neraca perdagangan tetap stabil, dan tidak terdampak oleh kebijakan proteksionisme dari negara tertentu.

"Ke depan tentu kita tidak boleh bergantung pada satu negara tujuan ekspor dan harus memperluas pasarnya. Indonesia tidak boleh kehilangan momentum untuk menumbuhkan kegiatan ekspornya ke negara BRICS maupun negara Timur Tengah lainnya agar neraca ekspor kita tidak terpengaruh ke depannya," jelas Eddy.

Baca Juga: Sederet Ketakutan Eksekutif Sektor Keuangan pada Tarif Trump

Selain itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN ini menegaskan bahwa kebijakan proteksionisme AS ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing produk nasional

"Industri dalam negeri harus lebih inovatif dan efisien. Pemerintah perlu memberikan insentif bagi industri strategis agar kita bisa bersaing secara global, terlepas dari kebijakan negara lain," katanya

Eddy yang pernah menjabat sebagai Direktur Investment Banking Merrill Lynch Asia Pacific ini menjelaskan, investasi dan ekspor menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi ke depannya sehingga harus diperkuat.

"Perlu akselerasi industrialisasi produk unggulan ekspor. Hambatan-hambatan struktural perlu segera dibenahi agar semakin banyak investasi masuk dan berorientasi ekspor. Indonesia harus bergegas menjadi basis produksi untuk ekspor," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.