Akurat

Kemenko Polkam Pastikan Pengiriman Bantuan ke Myanmar Berjalan Lancar

Atikah Umiyani | 2 April 2025, 08:16 WIB
Kemenko Polkam Pastikan Pengiriman Bantuan ke Myanmar Berjalan Lancar

AKURAT.CO Kemenko Bidang Politik dan Keamanan memastikan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Myamar berjalan dengan lancar.

Melalui satuan tugas yang dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsda TNI Eko Dono Indarto, Kemenko Polkam melakukan peninjauan lokasi pengiriman bantuan yang berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (1/4/2025)

"Pagi ini kita memantau keberangkatan bantuan ke Myanmar. Pesawat berangkat dari Halim, terdiri dari C 130 dan pesawat Boeing (A-7309) membawa kurang lebih 10,5 ton barang dan tenda-tenda pengungsi serta obat-obatan," jelas Eko, melalui keterangannya, Rabu (2/4/2025).

Langkah ini merupakan respons dari hasil rapat tingkat menteri yang membahas bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk Myanmar pascagempa Magnitudo 7,7 mengguncang negara itu.

Baca Juga: Baznas RI Turunkan Tim Kemanusiaan Beri Bantuan ke Myanmar

Bantuan meliputi pengiriman tenaga SAR, tenaga medis darurat (emergency medical team) untuk memberikan pertolongan pertama serta bantuan logistik.

Pemerintah Indonesia melalui BNPB memberangkatkan tim ahli penyelamatan kota (Urban SAR) ke Myanmar melalui Bandara Halim Perdanakusuma.

"Dengan adanya tim yang telah berangkat, diharapkan dapat memonitor dan berkoordinasi secara langsung di lokasi kejadian. Sehingga, bantuan dari pemerintah Indonesia ini dapat berjalan lancar dan tersalurkan dengan tepat sasaran," tutur Eko.

Pelepasan keberangkatan bantuan ke Myanmar juga dihadiri oleh Kepala BNPB, Kasum TNI, Kabaranahan Kemhan, Asops Panglima TNI, Pangkoops II, Sesmenko PMK, pewakilan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan kementerian/lembaga terkait.

Baca Juga: Pasca Gempa Dahsyat, Oposisi Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Demi Misi Kemanusiaan

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK