Akurat

Survei: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Pimpin Wantimpres

Oktaviani | 27 Maret 2025, 10:11 WIB
Survei: Mayoritas Publik Menilai Jokowi Layak Pimpin Wantimpres

AKURAT.CO Hasil survei terbaru Rumah Politik Indonesia mendapati nama Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), layak menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) atau Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, dalam peluncuran survei terbaru yang mengusung tema "Kenapa Jokowi Ketua Wantimpres Terbaik?" di kawasan Semanggi, Jakarta, pada Rabu (26/3/2025).

Dia menjelaskan bahwa dari survei tentang kelayakan Ketua DPA atau Wantimpres, terlihat bahwa Jokowi layak memimpin institusi negara itu.

"Mayoritas responden, sebanyak 81,01 persen memilih dan menilai Jokowi layak menjadi Ketua DPA atau Wantimpres. Saat ditanya lebih lanjut, mengapa Jokowi layak menjabat itu, sebanyak 29,15 persen responden menilai bahwa Jokowi dapat bekerja sama dengan Presiden Prabowo. Menyusul kemudian mereka yang menilai Jokowi berpengalaman sebanyak 25,11 persen. Di tempat ketiga, sebanyak 21,97 responden menilai dapat berakselerasi mencapai Asta Cita. Sebanyak 13,15 persen responden menilai dapat membantu pemerintah dalam memperkuat arah pembangunan Indonesia Emas 2045. Sedangkan 7,39 persen responden menilai dapat membantu memperkuat peran pemerintah," Fernando menerangkan.

Terkait alasan Rumah Poltik Indonesia menggelar survei ini, Fernando menuturkan bahwa dari sejumlah isu yang mengemuka ada yang luput dari perbincangan publik yaitu mengenai DPA atau Wantimpres.

Baca Juga: Momen Hangat Prabowo Buka Puasa Bersama Jokowi di Istana Negara

"Kami melihat bahwa institusi ini memiliki peran strategis tetapi relatif sepi dari perbincangan publik dibanding isu lainnya yang sempat mengemuka. Nah, kami ingin menggali lebih jauh persepsi publik terkait peran institusi lalu menangkap penilaian publik terkait figur yang layak. Ya, hasilnya seperti yang dipotret oleh survei ini. Publik juga berharap agar peran DPA atau Wantimpres ini dapat lebih optimal dalam membantu program pembangunan berkelanjutan, sekaligus mendukung agenda pemerintahan Presiden Prabowo dalam menggenapkan visinya," jelasnya.

Survei terbaru Rumah Poltik Indonesia diselenggarakan pada 17-24 Maret 2025 di 23 provinsi.

Sampel yang digunakan adalah snowball sampling, melibatkan data primer yang mencalonkan sumber data potensial lainnya yang dapat berpartisipasi dalam studi penelitian.

Survei ini menggunakan metode snowball sampling murni berdasarkan rujukan. Metode ini disebut juga dengan chain-referral sampling.

Kelebihan metode snowball sampling terletak lebih dalam menekan biaya operasional.

Baca Juga: Puan Maharani Ajak PDIP dan Jokowi Akhiri Konflik: Kita Semua Pernah Berbuat Salah

Karena metode ini tidak banyak mengeluarkan biaya berlipat ganda, apalagi jika surveyor tidak menemukan jaringan responden secara tepat.

Metode pengambilan data yang digunakan melalui jaringan komunikasi online seperti Google Form, email dan aplikasi perpesanan Whatsapp.

Responden adalah masyarakat yang sudah berusia 17 tahun dan di atas 17 tahun serta sudah memiliki hak pilih dengan jumlah 500 orang.

Hasil survei mendapati margin of error sebesar 4,38 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK