Badan Bank Tanah Ingin Pengembang Beri Harga Rumah Terjangkau untuk Masyarakat

AKURAT.CO Kepala Badan Bank Tanah (BBT), Parman Nataatmadja, berharap pengembang bisa menyediakan rumah dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Hal ini untuk mendukung program 3 juta rumah.
"Kita menyediakan lahan dengan harga yang murah sehingga diharapkan investor dan pengembang perumahan juga tidak mengambil keuntungan yang terlalu besar," kata Parman di Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Menurutnya, sejumlah tantangan dalam penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat adalah soal pembebasan lahan dan harga tanah yang tidak menetap.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Ngebut! Badan Bank Tanah Siapkan Lahan Strategis
Untuk itu, Badan Bank Tanah harus menyediakan lahan dalam kondisi clean and clear, dan jika ada tuntutan apapun di kemudian hari maka yang dituntut bukan pengembang perumahan melainkan Bank Tanah.
"Jadi kita memberikan kepastian hukum kepada para pengembang," imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pemanfaatan Tanah dan Kerja Sama Usaha Badan Bank Tanah, Hakiki Sudrajat, mengatakan Badan Bank Tanah telah menggelar site expose Hak Pengelolaan Lahan (HPL), yang diperuntukkan sebagai perumahan dan kawasan permukiman.
Kemungkinan, dalam kurun waktu satu bulan sudah ada proposal dari pengembang yang masuk ke Badan Bank Tanah. "Karena baru kami site expose minggu lalu, mungkin sebulan lagi baru ada proposal dari pengembang," katanya.
Saat ini, Badan Bank Tanah sudah bekerja sama dengan Perumnas dalam penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat di Brebes dan Kendal, Jawa Tengah.
Badan Bank Tanah juga sudah mengundang beberapa pengembang sesuai dengan kriteria dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan dengan harga tanah yang telah diturunkan oleh Bank Tanah maka diharapkan para pengembang juga dapat turut berkontribusi pada penurunan harga rumah.
Baca Juga: Badan Bank Tanah dan BAZNAS Kerja Sama Bangun Masjid hingga Pondok Pesantren
Diketahui, ada empat lokasi yang ditawarkan dalam kegiatan site expose ini yakni Tanjung Pinang sebesar 3,36 hektare (Ha); Purwakarta sebesar 19,4 Ha; Bandung Barat sebesar 23,17 Ha; dan Batubara, Sumatra Utara, sebesar 27,27 Ha.
Melalui kegiatan site expose ini, Badan Bank Tanah berharap mendapat proposal terbaik dari investor perumahan untuk membangun perumahan MBR.
"Hal ini sejalan dengan arahan bapak presiden bahwa pembangunan rumah subsidi harus memperhatikan kualitasnya sehingga tidak merugikan rakyat," kata Parman, dikutip Sabtu (22/3/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November







