Akurat

777 Ribu Orang Sudah Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Ahada Ramadhana | 18 Maret 2025, 09:24 WIB
777 Ribu Orang Sudah Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan mencatat hingga 16 Maret 2025, program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menarik lebih dari 777 ribu pendaftar dari 9.285 puskesmas di 502 kabupaten/kota dan 38 provinsi.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, pencapaian ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah.

Selama periode 10 Februari hingga 15 Maret 2025, tercatat 20 kabupaten/kota dengan tingkat kehadiran tertinggi.

Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama dengan 27.284 peserta, diikuti oleh Mojokerto dengan 24.361 peserta serta Kota Semarang dengan 19.997 peserta.

Menurut Menkes, Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu inisiatif kesehatan terbesar yang pernah dilaksanakan Kemenkes.

Program ini ditargetkan untuk menjangkau lebih dari 280 juta penduduk Indonesia dengan tujuan meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Baca Juga: Puskesmas Jangan Persulit Warga Lakukan Cek Kesehatan Gratis

Dalam hal ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, seperti skrining penyakit jantung dan kanker hingga kesehatan mental.

Sedangkan kepada ibu hamil dan balita dengan pemeriksaan dini untuk mendeteksi potensi masalah kesehatan sejak awal.

"Khususnya bagi ibu hamil dan balita, program ini menyediakan pemeriksaan kesehatan yang sangat penting untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini," kata Menkes di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Cek Kesehatan Gratis disusun berdasarkan siklus hidup masyarakat dan berfokus pada tiga momentum utama, yakni ulang tahun, sekolah serta pemeriksaan khusus bagi ibu hamil dan balita.

Menkes menjelaskan, mulai Juli 2025, CKG akan diperluas ke lingkungan sekolah, menyasar anak usia 7-17 tahun guna memastikan pemeriksaan kesehatan rutin bagi siswa.

Sementara itu, pemeriksaan untuk ibu hamil dan balita akan dilakukan di puskesmas dan posyandu, mencakup skrining hormon, deteksi penyakit jantung bawaan, pemeriksaan gigi serta kesehatan mata, telinga dan tekanan darah.

Baca Juga: Pesan Wapres: Tingkatkan Sosialisasi Program Cek Kesehatan Gratis

Untuk orang dewasa dan lansia, program ini menitikberatkan pada pemeriksaan risiko stroke, kanker serta kesehatan mental dan fisik.

Selain itu, CKG juga mencakup skrining kesehatan jiwa sejak usia sekolah dasar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.

"Yang terbaru, program PKG juga akan mencakup skrining kesehatan jiwa yang menyasar mulai dari tingkat SD. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental yang sering kali terabaikan," ucap Menkes.

Beberapa daerah, seperti Lamongan, telah berhasil menjalankan CKG dengan baik.

Keberhasilan ini didukung oleh komitmen pemerintah daerah, sosialisasi yang efektif serta ketersediaan fasilitas dan tenaga medis di puskesmas.

"Pemerintah daerah lainnya diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program ini dengan memanfaatkan anggaran daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik," ujar Menkes.

Baca Juga: Gibran Minta Perangkat Daerah Ikut Sosialisasikan Program Cek Kesehatan Gratis

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menambahkan bahwa target pemeriksaan CKG akan terus ditingkatkan.

Saat ini, Kemenkes menargetkan 50 ribu pemeriksaan per hari, yang diharapkan dapat meningkat menjadi 100 ribu hingga 300 ribu per hari guna mencapai 100 juta pemeriksaan setiap tahunnya.

"Lamongan, Mojokerto, Semarang, Jember, Demak berhasil karena ada instruksi kepala daerahnya jelas.Kemudian data-data nya juga bagus, ada data yang diberikan dari pimpinan wilayah, kades atau lurah," ujar Bima.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
W
Editor
Wahyu SK