Akurat

PKS Pastikan Indonesia Tidak Gelap, Justru Semakin Maju

Paskalis Rubedanto | 22 Februari 2025, 11:50 WIB
PKS Pastikan Indonesia Tidak Gelap, Justru Semakin Maju

AKURAT.CO Belakangan ini masyarakat diramaikan narasi #IndonesiaGelap yang viral di jejaring media sosial dengan memprotes kebijakan pemerintah, terutama mengenai efisiensi anggaran.

Menanggapi itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Idrus Salim Al-Jufri, membantah bahwa Indonesia disebut gelap oleh segelintir orang.

"Indonesia tidak gelap, justru semakin maju," katanya, melalui keterangan resmi, Sabtu (22/2/2025).

Baca Juga: Hasto Harap Proses Hukum di Indonesia Tak Pandang Bulu, Termasuk ke Keluarga Jokowi

Menurut Idrus, narasi bahwa Indonesia mengalami kemunduran tidak didukung oleh data-data dan fakta yang valid.

"Sebaliknya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, berbagai program strategis telah menunjukkan hasil yang nyata," tuturnya.

Idrus membeberkan sejumlah data yang didapatkan mengenai kemajuan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu kurang dari 200 hari.

Baca Juga: JCB Indonesia Award 2025: Apresiasi untuk Mitra Bisnis dan Sinergi Menuju Pertumbuhan

Berikut data yang dia sampaikan:

- Inflasi terkendali di 2,6 persen, harga pangan stabil.
- Subsidi pupuk Rp26,8 triliun mendukung produktivitas petani.
- Program Makan Bergizi Gratis untuk 8 juta siswa SD dan SMP.
- Investasi asing (FDI) Rp1.400 triliun, industri pangan berkembang.
- Gaji ASN naik 8 persen, THR tetap dibayar penuh.
- Biaya haji turun dari Rp93,4 juta menjadi Rp89,4 juta.
- Subsidi listrik Rp75,2 triliun, tarif tetap terjangkau.
- Pariwisata meningkat 35 persen, menyerap 2,1 juta tenaga kerja.

"Dengan berbagai pencapaian ini, tidak ada alasan bagi kita untuk pesimis. Indonesia tidak hanya baik-baik saja tetapi juga semakin maju dan berkembang di berbagai sektor," jelasnya.

Baca Juga: Indonesia Mulai Terapkan AI di Bidang Kesehatan Secara Bertahap

Idrus berharap masyarakat tidak mudah termakan narasi negatif mengenai kebijakan pemerintah.

Sebaliknya, ia meminta harus tetap ada data yang diriset sebelum menyuarakan sebuah narasi.

"Mari kita terus mendukung pembangunan, menjaga optimisme dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang tidak berbasis data," pungkas Idrus yang juga Anggota Komisi I DPR.

Baca Juga: Lintasarta Percepat Kedaulatan AI Indonesia Lewat Gerakan AI Merdeka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.