Prabowo Lantik Yusuf Ateh Jadi Kepala BPKP, Lulusan UI yang Dikenal Inspiratif

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, melantik Muhammad Yusuf Ateh sebagai Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya, Yusuf Ateh telah mengisi jabatan tersebut sebagai Pelaksana Tugas (Plt).
Selain itu, Prabowo juga melantik Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BPKP. Pelantikan ini berdasarkan, Keputusan Presiden (Keppres) nomor 27 P tahun 2025 tentang pengangkatan kepala dan wakil kepala BPKP.
Pada proses pelantikan tersebut, Prabowo memimpin langsung proses pengambilan sumpah jabatan yang kemudian diikuti oleh seluruh pejabat yang dilantik.
Baca Juga: Prabowo Lantik Nugroho Sulistyo Budi Jadi Kepala BSSN, Ini Profilnya
"Saya bersumpah/berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 serta akan menjalankan aturan perundang-udangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti negara,” ucap Prabowo diikuti oleh seluruh pejabat yang dilantik.
Muhammad Yusuf Ateh atau yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Ateh, adalah sosok kelahiran Jakarta, 9 Agustus 1964. Yusuf Ateh merupakan sosok pemimpin yang terkenal apresiatif dan inspiratif. Dia memulai karir sebagai auditor di BPKP.
Pada tahun 1986, Yusuf Ateh menamatkan pendidikan Diploma IV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Kemudian, melanjutkan studi ke jenjang S2 dengan mengabil Master Business Administration di University of Adelaide, Australia pada tahun 2001.
Pada 2016, Yusuf Ateh mengambil S3 Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia. Kemudian, tahun 2020 menggelar sidang promosi dan resmi menyandang gelar Doktor.
Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Brian Yuliarto Jadi Mendiktisaintek, Gantikan Satryo Soemantri
Sebelum menjadi Kepala BPKP, dia memiliki perjalanan karir yang cukup lama pada Kementerian PANRB. Pada 2009, Yusuf Ateh diberi amanah untuk menduduki Kepala Pemantauan dan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Aparatur Wilayah Timur II, Deputi Akuntabilitas Aparatur.
Kemudian dipercaya menjadi Inspektur, dan menjadi Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan. Pada tahun 2019, dia tercatat sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas di Perum Peruri, perusahaan pencetak uang milik negara.
Tak hanya itu, Yusuf Ateh juga sempat bergabung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada awal pembentukannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









