Akurat

Prabowo Tekankan Keseimbangan Antara Pelestarian Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan

Atikah Umiyani | 3 Februari 2025, 21:48 WIB
Prabowo Tekankan Keseimbangan Antara Pelestarian Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian hutan, pembangunan berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini dibahas secara mendalam dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/2/2025), ketika Presiden memanggil Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Dalam pertemuan tersebut, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa tiga komponen utama—pelestarian hutan sebagai "paru-paru dunia", kelangsungan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat—harus disusun dengan cermat.

“Ketiga komponen ini harus kita susun secara baik, sehingga kita tetap bisa menjaga hutan sebagai paru-paru dunia. Pembangunan harus tetap berjalan dan tujuan akhir penguasaan hutan adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga: Metode Alternatif: Kunci Selamatkan 4,6 Juta Perokok Indonesia Menuju 2060

Untuk mewujudkan keseimbangan tersebut, Raja Juli mengumumkan bahwa pihaknya akan menerbitkan Surat Keputusan Menteri yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) bagi 18 perusahaan.

Izin tersebut telah diberikan untuk total area sekitar 526.144 hektare, namun dinilai tidak dimaksimalkan pemanfaatannya.

“Pihak swasta telah diberi izin untuk memanfaatkan hutan, namun tidak dimaksimalkan. Presiden memerintahkan agar fungsi hutan digunakan secara optimal untuk menyejahterakan masyarakat,” jelas Raja Juli.

Selain itu, Menteri Kehutanan menekankan pentingnya program agroforestri sebagai solusi untuk mengatasi masalah hutan yang terdegradasi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Saya katakan, ada potensi dari 26,7 juta hektare hutan yang sudah terdegradasi—gundul atau bekas kebakaran. Kita maksimalkan fungsinya melalui agroforestri dan sistem tumpang sari untuk mendukung swasembada pangan. Ini adalah konsep hutan cadangan pangan, energi, dan air,” terangnya.

Raja Juli menutup pertemuan dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak hanya mereboisasi dan menanam kembali hutan, tetapi juga mengintegrasikan penanaman produk produktif yang mendukung swasembada pangan sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Menpar Koordinasikan Persiapan Libur Panjang Lebaran, Fokus Penanganan Tiket dan Optimalisasi Anggaran

“Hutan kita akan dilestarikan melalui upaya penanaman kembali dan reboisasi, sambil menanam sesuatu yang produktif untuk mewujudkan swasembada pangan,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.